Banjir Sungai Bedadung Picu Tanah Ambles di Curahmalang, Asesmen dan Bantuan Logistik Disalurkan
- 18 Februari 2026
- Dibaca 415 Kali
Bagikan Via:
Banjir Sungai Bedadung Picu Tanah Ambles di Curahmalang, Asesmen dan Bantuan Logistik Disalurkan
Bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, kembali menimbulkan dampak bagi permukiman warga. Kejadian ini terjadi di RT/RW 026/006 Dusun Kranan, Desa Curahmalang, dan dilaporkan secara resmi kepada Bapak Bupati Jember dengan tembusan kepada sejumlah instansi terkait. Asesmen dan distribusi bantuan logistik pascabencana dilaksanakan pada Rabu, 17 Februari 2026, pukul 16.30 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas laporan warga terkait kerusakan rumah akibat banjir dan longsor susulan di bantaran sungai.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, banjir mengakibatkan tanah ambles pada bagian dapur rumah milik Fitri Dwi Damayanti (32 tahun). Amblesan tanah tercatat memiliki panjang sekitar 4 meter dan lebar 3 meter, sehingga menyebabkan kerusakan pada struktur dapur rumah. Kondisi tersebut dikategorikan sebagai Rumah Rusak Ringan (RR), namun berpotensi membahayakan apabila terjadi longsor lanjutan. Hingga saat ini, rumah terdampak belum dilakukan perbaikan permanen dan masih memerlukan penanganan lebih lanjut.
Kronologis kejadian bermula dari hujan lebat yang mengguyur wilayah Jember pada Kamis, 12 Februari 2026, sejak pukul 12.00 WIB hingga 23.00 WIB. Curah hujan yang tinggi tersebut menyebabkan kenaikan debit air di Sungai Bedadung. Pada Jumat, 13 Februari 2026, sekitar pukul 06.00 WIB, luapan sungai menggerus bantaran dan memicu longsoran tanah di sekitar permukiman warga. Akibatnya, tembok dapur rumah yang berada tepat di bantaran sungai mengalami kerusakan serius. Laporan kejadian diterima melalui Wadul Guse dan segera ditindaklanjuti dengan peninjauan lokasi.
Sebagai upaya penanganan awal, dilakukan koordinasi lintas unsur, asesmen kondisi rumah, serta distribusi bantuan logistik kepada keluarga terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, family kit, dan paket kebersihan guna meringankan beban warga pascakejadian. Unsur yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain BPBD Kabupaten Jember, RT/RW setempat, serta warga sekitar. Kegiatan dokumentasi juga dilakukan sebagai bagian dari laporan resmi dan bahan evaluasi.
Sebagai langkah lanjutan, direkomendasikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Laporan kejadian juga diteruskan ke pemerintah desa dan dinas terkait untuk penanganan pascabencana yang lebih komprehensif. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait seperti BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat mempercepat langkah mitigasi dan pemulihan. Dengan sinergi semua pihak, diharapkan risiko bencana susulan dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga.