Bedakan dengan Batuk-Pilek Biasa, Pakar FK Unej Ungkap Gejala Influenza A yang Harus Diwaspadai
- 01 Oktober 2026
- Dibaca 41 Kali
Bagikan Via:
Bedakan dengan Batuk-Pilek Biasa, Pakar FK Unej Ungkap Gejala Influenza A yang Harus Diwaspadai
JEMBER, 01 OKTOBER 2026 - Masyarakat diminta tidak menganggap remeh gejala flu yang disertai kondisi tubuh memburuk secara cepat. Pakar Mikrobiologi Medis dan Pediatri Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej), sekaligus Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember, dr. M. Ali Shodikin, M.Kes., Sp.A., mengingatkan adanya perbedaan antara batuk-pilek biasa dengan infeksi Influenza A.
Menurut dr. Ali, Influenza A dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dan berpotensi berkembang menjadi komplikasi apabila tidak mendapat penanganan yang tepat.
"Flu akibat Influenza A kerap diawali demam tinggi mendadak melebihi 40°C, disertai nyeri otot dan sendi yang berat, mual, hingga penurunan nafsu makan yang drastis," paparnya, Rabu 30 September 2026.
Ia meminta masyarakat mengenali tanda bahaya atau red flags yang menunjukkan kemungkinan terjadinya komplikasi. Di antaranya demam di atas 39°C yang tidak kunjung turun, serta tanda-tanda dehidrasi seperti mata cekung, bibir kering, dan tidak buang air kecil lebih dari enam jam.
Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai gangguan pernapasan. Kondisi seperti napas cepat, adanya tarikan dinding dada ke dalam, bibir atau tubuh tampak kebiruan, hingga penurunan kesadaran menjadi tanda yang membutuhkan penanganan medis segera.
Meski begitu, ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Terapkan pola hidup bersih dan sehat, lindungi kelompok rentan di rumah, dan segera akses penanganan medis terdekat apabila menemukan tanda-tanda bahaya pada anggota keluarga,” kata Ali.
Untuk mencegah penularan, ia mengimbau warga yang sedang mengalami gejala flu menggunakan masker dan menerapkan etika batuk maupun bersin. Anak-anak yang mengalami gejala flu ringan juga sebaiknya beristirahat di rumah dan tidak mengikuti aktivitas sekolah, mengaji maupun kegiatan di luar rumah.
Selain itu, untuk membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, terutama setelah membersihkan ingus atau menyentuh wajah, juga perlu kembali diperkuat.
“Konsumsi makanan bergizi seimbang, dan meminimalkan paparan asap rokok, pembakaran sampah, serta debu jalanan,” tambahnya.
Ali juga menyarankan vaksinasi influenza secara berkala. Menurutnya, virus influenza rutin mengalami perubahan genetik sehingga vaksinasi tahunan diperlukan untuk membantu membentuk antibodi spesifik.
Disisi lain, ia menekankan pentingnya penguatan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik, untuk melakukan penapisan atau screening sejak dini.
“Puskesmas dan klinik mandiri harus diperkuat, baik dari kesiapan SDM medis, ketersediaan obat-obatan, hingga fasilitas penunjang diagnosis seperti rapid test Influenza maupun pemeriksaan PCR,” pungkasnya.
Sementara, Lurah Wirolegi, Athur Robby Tantra, S.STP, M.M., mengimbau seluruh warga untuk menjaga kesehatan dan menerapkan perilaku hidup sehat sebagai langkah pencegahan.
“Menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan sederhana, seperti rutin mencuci tangan dan menggunakan masker saat bepergian,” ujarnya, saat ditemui di Kantor Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.
Warga juga diminta menghindari kontak dengan orang yang terlihat mengalami gejala influenza. Selain itu, masyarakat diharapkan memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga, terutama anak-anak.
“Apabila terdapat tanda-tanda gejala influenza, segera menuju ke fasilitas kesehatan untuk meminta pertolongan penanganan kesehatan atau meminta obat,” tutupnya. (fat)