BPBD Jember Tanamkan Budaya Siaga Bencana kepada 1.000 Pelajar dalam Rangkaian Program Bunga Desaku di Rambipuji
- 30 Juli 2026
- Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Tanamkan Budaya Siaga Bencana kepada 1.000 Pelajar dalam Rangkaian Program Bunga Desaku di Rambipuji
JEMBER, 19 JULI 2026 – Upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember. Kali ini, edukasi kesiapsiagaan bencana diberikan kepada sekitar 1.000 pelajar SMP dalam kegiatan Sosialisasi Tanggap Bencana yang menjadi bagian dari rangkaian Program Bunga Desaku, Rabu 19 Juli 2026, di SMPN 2 Rambipuji, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi lintas sektor dalam membangun generasi yang tangguh menghadapi potensi bencana sekaligus memperkuat budaya mitigasi di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undangan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember tentang Permohonan Narasumber Kegiatan Apel Siswa serta tindak lanjut dari perintah Kepala BPBD Kabupaten Jember. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur BPBD Kabupaten Jember, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, TP3D, Puskesmas Rambipuji, Duta Genre, Poltekkes Malang, Balai Penyuluhan KB Kecamatan Rambipuji, mahasiswa magang, serta jajaran SMPN 1 Rambipuji dan SMPN 2 Rambipuji.
Sekitar seribu peserta yang terdiri atas siswa SMPN 1 Rambipuji dan SMPN 2 Rambipuji mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selama pelaksanaan sosialisasi, para siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak berdiskusi melalui komunikasi dua arah dan sesi tanya jawab. Metode interaktif tersebut membuat para peserta lebih mudah memahami berbagai materi mengenai kebencanaan sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab setiap individu, termasuk di lingkungan sekolah.
Materi yang diberikan BPBD Kabupaten Jember mencakup pengenalan tentang pengertian bencana, jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Indonesia, hingga siklus manajemen kebencanaan yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana.
Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan mengenai tindakan penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi melalui metode Drop, Cover, and Hold On, yaitu merunduk, berlindung, dan berpegangan. Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai cara melindungi kepala apabila tidak tersedia alat pelindung serta prosedur evakuasi menuju titik kumpul secara tertib dan aman setelah guncangan berhenti.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan keberangkatan Tim BPBD Kabupaten Jember menuju lokasi pada pukul 08.30 WIB dan tiba di SMPN 2 Rambipuji sekitar pukul 09.05 WIB. Sosialisasi secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., sebelum materi kesiapsiagaan disampaikan oleh M. Miftachul Munir, S.T. bersama Rizky Kusumawardani Putri, S.Geo. Setelah penyampaian materi selesai, tim BPBD turut mengikuti sambutan dan arahan dari Bupati Jember sebagai bagian dari rangkaian Program Bunga Desaku sebelum kembali ke Markas Komando BPBD pada sore hari.
Melalui kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh sejak usia sekolah. Pemahaman mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan dinilai menjadi bekal penting agar para pelajar mampu mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan aman ketika menghadapi kondisi darurat. Di sisi lain, kolaborasi antara BPBD, sekolah, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., mengatakan bahwa edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang memiliki budaya sadar risiko bencana.
"Sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak dini. Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan para siswa memahami langkah-langkah penyelamatan diri, mengenal peran BPBD dalam penanggulangan bencana, serta memiliki keberanian untuk bertindak secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat. Harapannya, pengetahuan ini tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga dapat disampaikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga budaya kesiapsiagaan semakin kuat di tengah masyarakat," ujar Maryani.
Dengan terselenggaranya sosialisasi tersebut, BPBD Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi kebencanaan melalui kolaborasi bersama dunia pendidikan. Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja. (bob)