Musrenbang RKPD 2027 Jember, Gus Fawait Tekankan Sinergi Pembangunan untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan
- 10 Maret 2026
- Dibaca 143 Kali
Bagikan Via:
Musrenbang RKPD 2027 Jember, Gus Fawait Tekankan Sinergi Pembangunan untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan
JEMBER, 10 MARET 2026 - Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan daerah sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.
Hal tersebut disampaikan bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jember Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin 09 Maret 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur, baik secara langsung maupun daring, mulai dari perangkat daerah, akademisi, perwakilan dunia usaha, hingga masyarakat. Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD merupakan forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan pembangunan provinsi maupun nasional. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Musrenbang ini adalah ruang kolaborasi. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan bersama agar pembangunan yang kita rancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan,” kata Gus Fawait.
Ia menyebutkan, sejumlah indikator pembangunan di Kabupaten Jember menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 5,47 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Jember berada pada angka 3,07 persen, yang juga lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat pengangguran di tingkat provinsi dan nasional.
Meski demikian, Gus Fawait mengakui bahwa tantangan pembangunan masih cukup besar. Salah satunya adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember yang saat ini berada pada angka 71,57.
“IPM ini harus terus kita dorong melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, karena dua sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, Pemerintah Kabupaten Jember juga mendorong pengembangan wilayah selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta pariwisata.
Selain itu, Gus Fawait juga menyinggung komoditas unggulan Jember, yaitu tembakau cerutu yang telah dikenal hingga pasar internasional. Menurutnya, penguatan sektor unggulan daerah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga akan memperkuat pendekatan pembangunan yang berbasis pada aspirasi masyarakat. Salah satunya melalui program Bunga Desaku, yang memungkinkan pemerintah menyerap aspirasi warga secara langsung di desa dan kelurahan.
Untuk memastikan upaya pengentasan kemiskinan berjalan lebih efektif, Pemerintah Kabupaten Jember juga berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengentasan Kemiskinan yang berbasis pada data Badan Pusat Statistik (BPS).
Satgas tersebut akan memfokuskan intervensi program kepada masyarakat pada kelompok desil satu hingga desil empat, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Penanganan kemiskinan harus berbasis data agar kebijakan yang diambil lebih tepat dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Gus Fawait.
Melalui Musrenbang RKPD 2027, Pemerintah Kabupaten Jember berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan dapat semakin kuat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (jh8)