logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Belajar Pengelolaan Sampah dari Bank Sampah SIKUPIK, Kelurahan Kaliwates Siapkan Penguatan Pilot Project Pengelolaan Sampah

  • 10 Juni 2026
  • Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
belajar-pengelolaan-sampah-dari-bank-sampah-sikupik-kelurahan-kaliwates-siapkan-penguatan-pilot-project-pengelolaan-sampah-20260610

Belajar Pengelolaan Sampah dari Bank Sampah SIKUPIK, Kelurahan Kaliwates Siapkan Penguatan Pilot Project Pengelolaan Sampah

Kaliwates – Dalam rangka memperkuat pelaksanaan Pilot Project Pengelolaan Sampah di Kelurahan Kaliwates, Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., MM bersama Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Umum (Pempelum), Ketua Bank Sampah DESTANA H. Indra Gunawan, Sekretaris Bank Sampah DESTANA H. Teguh Istanto, serta Anang Hendra melakukan kunjungan studi lapangan ke Bank Sampah SIKUPIK yang dikelola oleh Ibu Susi di Perumahan Taman Gading, Kelurahan Tegal Besar, pada Rabu (10/06/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya belajar sekaligus menggali praktik-praktik terbaik pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah berhasil diterapkan di lingkungan Bank Sampah SIKUPIK. Dalam kesempatan tersebut, rombongan mendapatkan berbagai penjelasan dan demonstrasi mengenai sistem pemilahan sampah rumah tangga yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.

Salah satu pembelajaran penting yang diperoleh adalah metode pemilahan sampah anorganik rumah tangga menjadi lima kategori utama, yaitu plastik, lembar plastik, kertas, residu, dan lain-lain. Pemilahan dilakukan menggunakan karung goni yang dimodifikasi menjadi tas goodie bag, sehingga praktis digunakan oleh setiap rumah tangga. Sampah yang telah dipilah kemudian disetorkan ke bank sampah sebagai tabungan masyarakat yang dapat dicairkan secara berkala, khususnya pada akhir tahun.

Selain pengelolaan sampah anorganik, rombongan juga memperoleh pengetahuan mengenai berbagai alternatif pengolahan sampah organik yang dapat diterapkan sesuai kondisi dan minat warga. Beberapa metode yang diperkenalkan antara lain Kompos Bag (Komposbag) yang ditempatkan di atas tanah, biopori menggunakan galon air mineral bekas, biopori komunal, kompos air lindi, Eco Enzyme, serta budidaya maggot box sebagai solusi penguraian sampah organik sekaligus menghasilkan nilai ekonomi tambahan.

Menurut Ibu Susi selaku pengelola Bank Sampah SIKUPIK, seluruh metode tersebut bukanlah sesuatu yang harus diterapkan secara bersamaan, melainkan menjadi pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan minat masyarakat di masing-masing lingkungan. Yang terpenting adalah bagaimana sampah dapat dikelola sejak dari sumbernya sehingga volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir semakin berkurang.

Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, menyampaikan apresiasi atas inovasi dan konsistensi yang telah dilakukan Bank Sampah SIKUPIK dalam membangun budaya pemilahan sampah di masyarakat. Menurutnya, berbagai praktik baik yang diperoleh dari kunjungan ini akan menjadi referensi penting dalam pengembangan program pengelolaan sampah di Kelurahan Kaliwates.

"Kami mendapatkan banyak pembelajaran berharga bahwa pengelolaan sampah sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan murah apabila masyarakat mau terlibat. Berbagai metode yang diperkenalkan hari ini akan menjadi bahan pengembangan Pilot Project Pengelolaan Sampah Kelurahan Kaliwates agar masyarakat memiliki banyak pilihan dalam mengelola sampah rumah tangga," ujarnya.

Ketua Bank Sampah DESTANA, H. Indra Gunawan, menambahkan bahwa tujuan utama pengelolaan sampah bukan hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengelola sampah sejak dari rumah masing-masing.

Melalui kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kelurahan Kaliwates dan Bank Sampah DESTANA dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang partisipatif, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan, sehingga pada akhirnya hanya menyisakan sampah residu yang perlu diangkut oleh petugas menuju TPA untuk dimusnahkan.

Galeri Foto