logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Warga RW06 Gotong Royong Perkuat Kebun Kompos Kampung Zero Waste, Pasang Pagar Hidup dan Tanam Biopori dari Galon Bekas

  • 29 Juni 2026
  • Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
warga-rw06-gotong-royong-perkuat-kebun-kompos-kampung-zero-waste-pasang-pagar-hidup-dan-tanam-biopori-dari-galon-bekas-20260630

Warga RW06 Gotong Royong Perkuat Kebun Kompos Kampung Zero Waste, Pasang Pagar Hidup dan Tanam Biopori dari Galon Bekas

Jember – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh warga RW06 Lingkungan CONDURA (Condro Utara), Kelurahan Kaliwates, melalui kegiatan kerja bakti di kawasan Kebun Kompos Kampung Zero Waste. Kegiatan yang diprakarsai oleh Ani Farida, Kader Posyandu Aster 24, ini melibatkan enam orang warga yang secara sukarela bergotong royong melakukan penataan kawasan kebun kompos dengan memasang pagar hidup dari pohon singkong serta menanam biopori personal menggunakan galon bekas air mineral. pada hari Minggu, 28 juni 2026.

Kerja bakti tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kawasan percontohan (pilot project) Kampung Zero Waste yang mengedepankan pengelolaan sampah dari sumbernya sekaligus pemanfaatan lahan secara produktif. Sejak pagi hari, para peserta bekerja sama membersihkan area kebun kompos, menyiapkan lubang tanam, menata batas lahan, kemudian memasang batang singkong sebagai pagar hidup yang mengelilingi lokasi kebun. Pemanfaatan batang singkong dipilih karena mudah tumbuh, memiliki daya adaptasi yang baik, serta mampu menjadi pagar alami yang ramah lingkungan. Selain berfungsi sebagai pembatas kawasan kebun kompos, tanaman singkong diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan melalui hasil panen umbi maupun daun singkong yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selain pemasangan pagar hidup, kegiatan juga difokuskan pada pembuatan dan pemasangan biopori personal berbahan dasar galon bekas air mineral. Galon yang telah dimodifikasi tersebut ditanam di halaman kebun sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam galon akan mengalami proses dekomposisi secara alami sehingga menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Inovasi ini menjadi salah satu solusi sederhana, murah, dan mudah diterapkan oleh masyarakat untuk mengurangi volume sampah organik yang selama ini masih banyak berakhir di tempat pembuangan akhir.

Ani Farida menyampaikan bahwa pemanfaatan barang bekas menjadi sarana pengelolaan lingkungan merupakan salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap pengurangan sampah dari sumbernya. Menurutnya, setiap rumah tangga dapat memulai langkah sederhana dengan memilah sampah, mengolah sampah organik melalui biopori atau komposter, serta menyetorkan sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi ke Bank Sampah. Melalui kebiasaan tersebut, pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

Suasana kerja bakti berlangsung penuh kekompakan dan kebersamaan. Meskipun hanya diikuti enam orang warga, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik berkat semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Lingkungan CONDURA. Kebersamaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan program lingkungan tidak selalu ditentukan oleh banyaknya peserta, melainkan oleh komitmen dan konsistensi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program.

Melalui kegiatan ini, Kebun Kompos Kampung Zero Waste Lingkungan CONDURA diharapkan terus berkembang menjadi pusat edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus menjadi contoh bagi lingkungan lain di Kelurahan Kaliwates. Sinergi antara kader Posyandu, warga, serta berbagai elemen masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan kawasan yang bersih, hijau, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan sampah. Program ini diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, serta mendukung terwujudnya Kelurahan Kaliwates sebagai Kampung Zero Waste yang berkelanjutan.

Galeri Foto