Benahi Sengkarut Pupuk, DTPHP Jember Rangkul Poktan dalam Pembinaan Intensif
- 14 Maret 2026
- Dibaca 153 Kali
Bagikan Via:
Benahi Sengkarut Pupuk, DTPHP Jember Rangkul Poktan dalam Pembinaan Intensif
JEMBER, 13 MARET 2026 - Gerak cepat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember dalam membenahi tata kelola pupuk bersubsidi terus berlanjut. Setelah sebelumnya melakukan inspeksi mendadak ke kios-kios di wilayah Wuluhan, kali ini giliran para pengurus Kelompok Tani (Poktan) yang dihimpun untuk mendapatkan pembinaan langsung.
Kegiatan yang berlangsung di Aula DTPHP Jember pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 10.00 WIB ini menjadi ruang diskusi penting antara pemerintah dan pelaku utama di lapangan. Pembinaan ini dipimpin langsung oleh Kepala DTPHP Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal distribusi pupuk agar tidak lagi menyisakan persoalan bagi petani.
Persoalan pupuk bersubsidi memang kerap menjadi teka-teki yang rumit di tingkat bawah. Sering kali, masalah muncul bukan karena ketersediaan barang, melainkan karena komunikasi yang tersumbat antara petani, kelompok tani, dan pemilik kios.
Dalam pertemuan ini, dinamika di lapangan tergambar jelas melalui penuturan salah satu ketua Poktan yang hadir. Ia menceritakan bagaimana tanggung jawab besar kini berada di pundaknya untuk menjembatani keluhan sesama petani.
Pernyataan ini menjadi bukti bahwa di tingkat akar rumput, para petani sebenarnya memiliki inisiatif tinggi untuk memperbaiki keadaan, namun mereka membutuhkan dukungan dan payung hukum yang jelas dari pemerintah daerah agar tidak merasa berjuang sendirian.
Kepala DTPHP Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., menekankan bahwa fungsi Poktan sangat vital dalam menjaga transparansi. Poktan diharapkan tidak hanya menjadi administrasi penyaluran, tetapi juga menjadi pengawas aktif yang memastikan anggotanya mendapatkan hak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
“Kami ingin setiap komunikasi antara Poktan dan kios berjalan sehat. Tidak boleh ada lagi petani yang merasa kesulitan menebus pupuk hanya karena informasi harga atau prosedur yang tidak jelas,” tegas Djamil di sela pembinaan.
Langkah "turun gunung" tim DTPHP ini merupakan respons berkelanjutan atas aduan masyarakat melalui kanal Wadul Guse. Pemerintah Kabupaten Jember sadar betul bahwa produktivitas pertanian sangat bergantung pada kemudahan petani dalam mendapatkan sarana produksi, terutama pupuk.
Melalui pembinaan yang intensif di aula dinas tersebut, DTPHP berharap mata rantai distribusi pupuk di Jember semakin solid dan transparan. Jika Poktan kuat dan kios tertib aturan, maka mimpi menjadikan Jember sebagai lumbung pangan yang tangguh di Jawa Timur bukan lagi hal yang mustahil untuk dicapai. (fan)