logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Bersama BPBD, Kelurahan Tegalgede Kawal Distribusi Air Bersih untuk 40 KK Terdampak Kekeringan

  • 16 September 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
bersama-bpbd-kelurahan-tegalgede-kawal-distribusi-air-bersih-untuk-40-kk-terdampak-kekeringan-20260916

Bersama BPBD, Kelurahan Tegalgede Kawal Distribusi Air Bersih untuk 40 KK Terdampak Kekeringan

JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Jember mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih warga. Di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di RT 04/RW 07 masih mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut mendorong Kelurahan Tegalgede terus melakukan koordinasi bersama BPBD, perangkat lingkungan, warga, dan instansi terkait agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Selasa, 15 September 2026 sebanyak 5.000 liter air bersih kembali didistribusikan ke wilayah tersebut.

Penyaluran ini merupakan distribusi air bersih ke-13 bagi warga RT 04/RW 07. Bantuan disalurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dengan memanfaatkan tandon berkapasitas 5.000 liter yang telah disiapkan warga.

Lurah Tegalgede Shierley Aisyah ST MM mengatakan, kelurahan memiliki peran penting dalam memastikan kondisi warga terdampak kekeringan terpantau sekaligus membantu kelancaran penyaluran bantuan.

“Kelurahan terus berkoordinasi dengan BPBD, RT dan RW untuk memantau kebutuhan warga, terutama terkait ketersediaan air bersih. Kami memastikan informasi dari masyarakat dapat segera diteruskan kepada pihak terkait sehingga bantuan bisa disalurkan sesuai kebutuhan,” ujar Shierley.

Menurut dia, penanganan kekeringan tidak hanya membutuhkan distribusi bantuan air bersih, tetapi juga sinergi seluruh unsur di lapangan. Karena itu, Kelurahan Tegalgede terus mendorong komunikasi antara warga, perangkat lingkungan, BPBD, serta instansi terkait agar penanganan berjalan tertib dan tepat sasaran.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat. Namun, kebutuhan air bersih tentu harus menjadi perhatian bersama, karena persoalan kekeringan membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga solusi jangka panjang,” tambahnya.

Berdasarkan informasi Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, kekeringan mulai dirasakan warga sejak Juli 2026. Sejumlah sumur warga mengalami penurunan debit air sehingga tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan harian.

Qoidul Umam, anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, menyebut kedalaman sumur warga di kawasan tersebut berkisar 8 hingga 10 meter. Sementara itu, sumber mata air terdekat berada sekitar satu kilometer dari permukiman.

“Sejak Juli, beberapa sumur warga mulai mengalami kekeringan. Kedalaman sumur sekitar 8 sampai 10 meter, sedangkan sumber mata air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman,” katanya.

Kelurahan Tegalgede bersama perangkat RT/RW juga membantu memastikan warga mendapatkan informasi terkait jadwal distribusi. Warga sebelumnya telah menyediakan satu unit tandon milik Ketua RT sebagai tempat penampungan air berkapasitas 5.000 liter.

TRC BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi setelah bergerak sejak pukul 09.30 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan perangkat lingkungan dan warga sebelum proses distribusi dilakukan. Penyaluran berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Selain mendistribusikan air, petugas juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Langkah tersebut penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari penanganan dampak kekeringan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

BPBD merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter dilakukan setiap dua hari sekali selama kebutuhan warga masih berlangsung. Pemerintah daerah juga didorong meneruskan penanganan kepada dinas terkait guna mencari solusi jangka panjang atas persoalan ketersediaan air bersih di kawasan tersebut.

Bagi Kelurahan Tegalgede, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar warga terdampak tidak menghadapi persoalan kekeringan seorang diri. Pemantauan kondisi masyarakat, penyampaian kebutuhan warga, hingga pengawalan distribusi bantuan terus dilakukan sebagai bagian dari pelayanan pemerintah di tingkat kelurahan. (sar)

Galeri Foto