logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

BI Jember dan Dinsos PPPA Gandeng Pendamping PKH Jadi Agen Literasi Rupiah dan Perlindungan Konsumen

  • 01 Oktober 2026
  • Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
bi-jember-dan-dinsos-pppa-gandeng-pendamping-pkh-jadi-agen-literasi-rupiah-dan-perlindungan-konsumen-20261002

BI Jember dan Dinsos PPPA Gandeng Pendamping PKH Jadi Agen Literasi Rupiah dan Perlindungan Konsumen

JEMBER, 01 OKTOBER 2026 - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember membekali para Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Jember dengan literasi Rupiah dan perlindungan konsumen. Pembekalan tersebut dikemas melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) bertajuk “Cinta, Bangga, Paham Rupiah dan Perlindungan Konsumen” di Aula Bank Indonesia Jember, Rabu 30 September 2026.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas Pendamping PKH sebagai agen edukasi literasi keuangan di tengah masyarakat, terutama bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember, Sri Rahayu Wilujeng. Ia mengapresiasi KPwBI Jember yang menggandeng Pendamping PKH dalam memperluas edukasi mengenai Rupiah dan perlindungan konsumen.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya Dinas Sosial PPPA, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember. Kegiatan ini memiliki arti penting karena para Pendamping PKH berinteraksi langsung dengan Keluarga Penerima Manfaat,” ujar Sri Rahayu.

Menurut dia, Pendamping PKH tidak hanya bertugas memastikan program bantuan sosial berjalan dengan baik, tetapi juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat.

Ia menjelaskan, mencintai Rupiah berarti memperlakukannya dengan baik, sedangkan bangga terhadap Rupiah menumbuhkan penghargaan terhadap mata uang sebagai simbol kedaulatan negara. Adapun memahami Rupiah berarti menggunakannya secara bijak.

“Di tengah pesatnya transaksi digital dan beragamnya produk keuangan, masyarakat juga harus memiliki pengetahuan yang cukup agar menjadi konsumen yang cerdas, kritis, dan terlindungi,” katanya.

Sri Rahayu berharap para Pendamping PKH dapat mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada KPM di wilayah dampingan masing-masing.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kapasitas Pendamping PKH sebagai agen edukasi, sekaligus mempererat sinergi antara Bank Indonesia dan Pemkab Jember demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember menyambut komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dan secara resmi membuka pelatihan tersebut. Ia menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat masyarakat.

“Sinergi bersama Dinas Sosial PPPA dan Pendamping PKH merupakan langkah nyata Bank Indonesia dalam memperluas literasi keuangan serta perlindungan konsumen. Pendamping PKH adalah mitra kunci yang berada di garda terdepan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah tidak hanya ditujukan agar masyarakat memahami Rupiah sebagai alat pembayaran, tetapi juga menghargainya sebagai simbol kedaulatan bangsa.

“Ditambah pesatnya arus transaksi digital saat ini, pemahaman akan perlindungan konsumen keuangan menjadi perisai utama agar masyarakat terhindar dari risiko dan potensi kerugian. Kami yakin para Pendamping PKH dapat menjalankan peran ini secara optimal sebagai agen edukasi yang berdampak,” katanya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan Dinas Sosial PPPA Kabupaten Jember.

Kerja sama tersebut berfokus pada kolaborasi dalam memperluas edukator Cinta, Bangga, Paham Rupiah serta Perlindungan Konsumen melalui program TOT bagi Pendamping PKH.

Setelah pembukaan dan penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi TOT oleh narasumber dari Bank Indonesia Jember. Para peserta mengikuti sesi tersebut secara interaktif sebagai bagian dari penguatan kapasitas edukasi yang nantinya diterapkan di wilayah dampingan masing-masing. (ysf)

Galeri Foto