BPBD dan FPRB Perkuat Sinergi Pengurangan Risiko Bencana di Wilayah Bakorwil Jember
- 20 Mei 2026
- Dibaca 107 Kali
Bagikan Via:
BPBD dan FPRB Perkuat Sinergi Pengurangan Risiko Bencana di Wilayah Bakorwil Jember
JEMBER, 20 MEI 2026 - Upaya penguatan kapasitas pengurangan risiko bencana terus dilakukan di wilayah Jawa Timur bagian timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) mengikuti kegiatan Konsolidasi dan Penguatan FPRB Kabupaten/Kota Wilayah Bakorwil Jember, Rabu 20 Mei 2026, di Aula Bakorwil V Jember, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 14.30 WIB itu menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan terkait penguatan kelembagaan dan peran FPRB dalam mitigasi bencana di daerah.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan FPRB kabupaten/kota wilayah Bakorwil V Jember, BPBD kabupaten/kota, pengurus FPRB Jawa Timur, unsur relawan, perwakilan disabilitas, hingga program Siap Siaga Jawa Timur. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Undangan Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Jawa Timur Nomor 02/FPRB.JT/NS/V-2026 tentang persiapan menuju Musyawarah Besar (Mubes) FPRB Jawa Timur 2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta membahas sejumlah agenda penting, mulai dari penyamaan persepsi FPRB sebagai platform multipihak pengurangan risiko bencana (PRB), pemetaan kondisi kelembagaan FPRB daerah, hingga penyusunan rekomendasi penguatan forum di masing-masing wilayah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Tangguh, dilanjutkan sambutan dari FPRB Jawa Timur, Siap Siaga Jawa Timur, Bakorwil V Jember, BNPB, dan BPBD Jawa Timur. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi diskusi terkait self assessment kapasitas FPRB dan penyusunan rencana tindak lanjut penguatan kelembagaan.
Hasil forum menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya tersusunnya profil kebutuhan penguatan FPRB di setiap daerah, teridentifikasinya isu strategis kebencanaan, serta tersedianya dasar perencanaan strategis menuju Mubes FPRB Jawa Timur 2026.
Selain itu, forum juga menjadi wadah koordinasi untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Bakorwil V Jember yang meliputi sejumlah kabupaten di kawasan tapal kuda Jawa Timur.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom,. M.M., menegaskan bahwa keberadaan FPRB memiliki peran penting sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, relawan, komunitas, dan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.
“Melalui forum ini, kami ingin memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah seluruh unsur agar pengurangan risiko bencana dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Penguatan kelembagaan FPRB menjadi kunci dalam membangun kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil konsolidasi ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan strategi dan rekomendasi kebijakan dalam penguatan kapasitas daerah menuju Musyawarah Besar FPRB Jawa Timur 2026.
Kegiatan berakhir pukul 16.15 WIB dengan komitmen seluruh peserta untuk terus memperkuat kolaborasi, pendampingan kelembagaan, serta membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. (bob)