BPBD Jember Asesmen Potensi Kekeringan di Tempurejo, 124 KK Berpotensi Terdampak
- 19 Agustus 2026
- Dibaca 31 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Asesmen Potensi Kekeringan di Tempurejo, 124 KK Berpotensi Terdampak
JEMBER, 19 AGUSTUS 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen potensi kekeringan di Dusun Sumberejo, Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo, Rabu 19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak musim kemarau sekaligus memastikan kondisi ketersediaan air bagi masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Asesmen dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember. Tim berkoordinasi dengan perangkat Desa Pondokrejo, RT/RW, serta masyarakat setempat untuk melakukan pengecekan kondisi sumber air dan mengetahui perkembangan ketersediaan air bagi kebutuhan warga.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta berdasarkan perintah Kepala BPBD Kabupaten Jember.
Dari hasil asesmen di lapangan, kondisi sejumlah sumur warga di Dusun Sumberejo telah mengalami penurunan debit air. Meski demikian, air sumur masih dapat digunakan oleh masyarakat karena kondisinya tidak keruh dan ketersediaannya masih dinilai mencukupi untuk kebutuhan warga saat ini.
Selain sumur warga, tim juga melakukan pengecekan terhadap jaringan pipanisasi yang mengambil sumber air dari mata air pegunungan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, aliran air pada jaringan tersebut masih berjalan meskipun debitnya mulai mengalami penurunan. Kondisi tersebut membuat jaringan pipanisasi masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Namun demikian, BPBD Jember mencatat adanya potensi kekeringan yang perlu diantisipasi. Sedikitnya 124 kepala keluarga (KK) berada di wilayah yang berpotensi terdampak apabila penurunan debit air terus berlanjut. Rinciannya, sebanyak sekitar 54 KK berada di RT 02/RW 05 dan sekitar 70 KK berada di RT 03/RW 05 Dusun Sumberejo.
TRC-PB BPBD Jember melakukan asesmen hingga pukul 17.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, kondisi wilayah dilaporkan aman dan kondusif. Tidak ditemukan kendala berarti dalam pelaksanaan asesmen maupun koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Nanang Ahmad Fauzi anggota TRC-PB BPBD Kabupaten Jember, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kondisi sumber air di Dusun Sumberejo memang mengalami penurunan debit, tetapi belum sampai pada kondisi yang membutuhkan distribusi air bersih.
“Untuk saat ini air sumur warga masih bisa dimanfaatkan dan kondisinya tidak keruh. Pipanisasi dari sumber mata air juga masih mengalir, meskipun debitnya sudah mengalami penurunan,” ujar Nanang.
Menurutnya, pemantauan tetap perlu dilakukan secara berkala mengingat kondisi sumber air dapat berubah seiring berlangsungnya musim kemarau. BPBD Jember merekomendasikan asesmen dan pemantauan ulang dalam kurun waktu sekitar 15 hingga 30 hari ke depan untuk mengetahui perkembangan debit air dan kebutuhan masyarakat.
“Untuk sementara belum diperlukan pengiriman air bersih. Namun, apabila kondisi air semakin menurun dan masyarakat mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air, pemerintah desa diharapkan segera berkoordinasi dan menyampaikan laporan kepada BPBD Kabupaten Jember,” lanjutnya.
BPBD Jember juga meminta pemerintah desa bersama RT/RW dan masyarakat untuk terus memantau kondisi sumber air secara mandiri. Langkah tersebut dinilai penting agar potensi kekeringan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Asesmen ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember dalam menghadapi potensi bencana kekeringan selama musim kemarau 2026. Dengan pemantauan berkala dan koordinasi lintas unsur, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi serta potensi dampak kekeringan dapat diminimalkan.
Dalam kegiatan tersebut, unsur yang terlibat meliputi BPBD Kabupaten Jember, perangkat Desa Pondokrejo, RT/RW, serta masyarakat setempat. Hingga asesmen selesai pada pukul 17.00 WIB, situasi di Dusun Sumberejo terpantau aman dan kondusif. (bob)