BPBD Jember Dampingi Bupati dalam Program Bunga Desaku, Tangani Pohon Tumbang hingga Banjir Luapan di Mumbulsari.
- 07 April 2026
- Dibaca 221 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Dampingi Bupati dalam Program Bunga Desaku, Tangani Pohon Tumbang hingga Banjir Luapan di Mumbulsari.
JEMBER, 07 APRIL 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan pendampingan terhadap Bupati Jember dalam kegiatan program “Bunga Desaku” di Kecamatan Mumbulsari, Senin 06 April 2026 malam. Kegiatan yang berlangsung hingga larut malam ini diisi dengan penanganan dampak bencana sekaligus peninjauan langsung kondisi wilayah terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti sejumlah kejadian yang terjadi di lokasi kegiatan. Salah satunya adalah penanganan pohon tumbang yang menimpa pagar SDN 01 Lampeji.
“Tim kami langsung melakukan pemotongan dan pembersihan agar tidak mengganggu aktivitas warga serta memastikan lingkungan kembali aman,” ujarnya.
Selain itu, BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jember turut melakukan pembersihan Sungai Mumbulsari. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir akibat penyumbatan aliran air, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BPBD juga mendampingi Bupati Jember meninjau lokasi banjir luapan di kawasan pertigaan Mumbulsari. Berdasarkan laporan di lapangan, genangan air sempat terjadi pada malam hari, namun berangsur surut sekitar pukul 21.52 WIB. “Saat ini kondisi sudah kembali normal, tidak ada genangan signifikan dan akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan.
Tidak hanya itu, rombongan juga mengunjungi area PTPN Mumbulsari untuk menyerap aspirasi masyarakat. Pertemuan tersebut melibatkan tokoh masyarakat, relawan, hingga sejumlah influencer lokal guna memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga.
Kepala BPBD Kabupaten Jember memastikan bahwa secara umum kondisi wilayah Kecamatan Mumbulsari dalam keadaan aman dan terkendali. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa, pengungsian, maupun kerusakan signifikan akibat kejadian tersebut. Meski demikian, BPBD bersama instansi terkait tetap melakukan pemantauan secara intensif.
“Kami terus siaga di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah unsur, di antaranya Forkopimda, TNI-Polri, Sekretaris Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Diskominfo, Satpol PP, PMI, relawan, serta masyarakat setempat.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah daerah berharap dapat memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus memastikan kehadiran negara dalam merespons cepat setiap persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa. (tgh)