logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Gelar Program SPAB di SDN Karangrejo 1, Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana sejak Dini

  • 12 Mei 2026
  • Dibaca 131 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-gelar-program-spab-di-sdn-karangrejo-1-tingkatkan-kesiapsiagaan-bencana-sejak-dini-20260512

BPBD Jember Gelar Program SPAB di SDN Karangrejo 1, Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana sejak Dini

JEMBER, 12 MEI 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali memperkuat upaya edukasi kebencanaan melalui pelaksanaan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SDN Karangrejo 1, Kecamatan Sumbersari, Selasa 12 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa, guru, serta tim siaga sekolah dalam menghadapi potensi bencana.

Program tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Jember, Sekretariat Bersama SPAB, Puskesmas Sumbersari, Vertex Universitas Jember, serta pihak SDN Karangrejo 1. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan rangkaian edukasi, simulasi, hingga sosialisasi kepada tenaga pendidik.

Tim pelaksana berangkat menuju lokasi sekitar pukul 07.45 WIB. Setibanya di sekolah, tim langsung memberikan edukasi kebencanaan kepada seluruh siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar kebencanaan, langkah penyelamatan diri, hingga prosedur evakuasi mandiri saat terjadi situasi darurat.

Tidak hanya menyasar siswa, kegiatan ini juga memberikan penguatan kapasitas kepada guru dan Tim Siaga Bencana Sekolah yang telah dibentuk sebelumnya. Pada pukul 10.00 WIB, dilakukan gladi posko simulasi penanganan bencana sebagai bentuk latihan praktis untuk meningkatkan kemampuan koordinasi dan penanganan kondisi darurat di lingkungan sekolah.

Selanjutnya, BPBD bersama tim SPAB memberikan sosialisasi khusus kepada para guru terkait konsep sekolah aman bencana. Sosialisasi tersebut bertujuan memperkuat pemahaman tenaga pendidik mengenai pentingnya mitigasi risiko bencana di lingkungan pendidikan, termasuk langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

Melalui program ini, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi ruang yang aman dan tangguh terhadap potensi bencana. Apalagi, wilayah Kabupaten Jember memiliki beragam potensi bencana alam yang membutuhkan kesiapan seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Dari hasil kegiatan, tercatat sejumlah capaian penting. Di antaranya meningkatnya kesadaran dan kesiapsiagaan Tim Siaga Bencana Sekolah terhadap risiko bencana, bertambahnya kemampuan siswa dan guru dalam penanganan korban gawat darurat, hingga meningkatnya pemahaman terkait prosedur evakuasi mandiri saat terjadi bencana.

Selain itu, kegiatan ini juga melatih keterampilan tim siaga sekolah dalam melakukan penanganan darurat serta meningkatkan kapasitas mereka dalam aksi pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah.

Pemateri sekaligus anggota Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember, Rizky Kusumawardani Putri, S.Geo, menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan sejak dini memiliki peran penting dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.

“Melalui Program SPAB ini, kami ingin membentuk lingkungan sekolah yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana. Siswa dan guru harus memahami langkah-langkah penyelamatan diri agar dapat meminimalisir risiko saat terjadi keadaan darurat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa simulasi dan edukasi rutin sangat diperlukan agar seluruh warga sekolah terbiasa menghadapi situasi darurat dengan tenang dan terarah. “Kesiapsiagaan bukan hanya teori, tetapi harus dilatih secara langsung melalui simulasi agar refleks penyelamatan diri dapat terbentuk,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 14.30 WIB tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. BPBD Kabupaten Jember berharap Program SPAB dapat terus diperluas ke sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari upaya membangun budaya mitigasi bencana di lingkungan pendidikan. (bob)

Galeri Foto