logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Hentikan Distribusi Air di Banjarsari, Pipanisasi Warga Kembali Lancar

  • 02 Oktober 2026
  • Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-hentikan-distribusi-air-di-banjarsari-pipanisasi-warga-kembali-lancar-20261002

BPBD Jember Hentikan Distribusi Air di Banjarsari, Pipanisasi Warga Kembali Lancar

JEMBER, 02 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan asesmen perkembangan kondisi kekeringan di wilayah terdampak. Kali ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD mengecek kondisi warga di Dusun Dukuh II Tengah, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, Jumat 02 Oktober 2026.

Asesmen tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat melalui kanal Wadul Guse, sekaligus untuk memastikan kondisi setelah sebelumnya BPBD melakukan distribusi air bersih ke wilayah tersebut.

Dalam asesmen yang dilakukan, TRC BPBD Jember menemukan adanya perkembangan positif. Jaringan pipanisasi yang sebelumnya menjadi persoalan kini telah kembali mengalir dengan lancar hingga ke rumah-rumah warga.

Kondisi tersebut membuat warga tidak lagi mengambil air dari tandon bantuan yang sebelumnya ditempatkan BPBD di lokasi terdampak.

“Dari hasil pengecekan di lapangan, pipanisasi warga saat ini sudah kembali lancar. Kebutuhan air bersih juga sudah tercukupi sehingga warga tidak lagi mengambil air dari tandon yang tersedia,” ujar Fitman Arifianto, anggota TRC BPBD Kabupaten Jember.

Sebelumnya, sebanyak 75 kepala keluarga (KK) di RT 02/RW 02 dan RT 03/RW 02 mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya untuk minum dan memasak.

Persoalan tersebut terjadi karena kondisi sumber mata air dari sungai di wilayah perbatasan dengan Desa Tugusari yang berjarak sekitar dua kilometer mengalami masalah kualitas air. Sementara itu, jaringan pipanisasi masih dimanfaatkan warga untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Jember sebelumnya telah memberikan rekomendasi distribusi air bersih berdasarkan hasil asesmen TRC pada 28 Juli 2026.

Secara keseluruhan, bantuan air bersih telah disalurkan sebanyak 37.500 liter melalui delapan kali pengiriman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi sumber air belum dapat mencukupi.

Dalam asesmen terbaru, TRC BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 13.00 WIB dan tiba di Kantor Desa Banjarsari sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan sekretaris desa dan pelapor, dilanjutkan pengecekan langsung terhadap kondisi jaringan pipanisasi warga.

Selain melakukan pengecekan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan dampak kekeringan. Setelah memastikan kebutuhan air telah kembali tercukupi, TRC BPBD melakukan penarikan dua tandon yang sebelumnya ditempatkan di lokasi.

Sekretaris Desa Banjarsari menyampaikan bahwa perbaikan telah dilakukan pada sumber mata air sehingga kondisi pasokan air masyarakat kini kembali mencukupi.

Berdasarkan hasil asesmen tersebut, BPBD Jember merekomendasikan penghentian distribusi air bersih sekaligus penarikan tandon yang masih berada di lokasi terdampak. Kebijakan tersebut dilakukan setelah kondisi lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat telah terpenuhi.

“Penarikan tandon dan penghentian distribusi dilakukan karena kondisi sudah membaik. Ini berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, bukan sekadar laporan,” jelas Fitman.

Meski demikian, BPBD tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah tersebut. Asesmen menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk menentukan kapan distribusi perlu dilanjutkan maupun dihentikan.

Seluruh rangkaian asesmen berlangsung aman dan terkendali. Dalam kegiatan tersebut, TRC BPBD Jember berkoordinasi dengan pemerintah desa, kepala dusun, serta warga setempat.

Dengan kembali lancarnya pipanisasi dan tercukupinya kebutuhan air bersih, warga Dusun Dukuh II Tengah kini tidak lagi bergantung pada distribusi air tangki BPBD. Bantuan yang sebelumnya disalurkan selama masa krisis pun dapat dihentikan dan dialihkan untuk penanganan wilayah lain yang masih membutuhkan. (bob)

Galeri Foto