logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Kukuhkan Destana Sempusari, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Ancaman Bencana

  • 08 Juli 2026
  • Dibaca 36 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-kukuhkan-destana-sempusari-perkuat-kesiapsiagaan-masyarakat-hadapi-ancaman-bencana-20260709

BPBD Jember Kukuhkan Destana Sempusari, Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Ancaman Bencana

JEMBER, 08 JULI 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengukuhkan Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, sebagai Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) dalam rangka memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi berbagai potensi ancaman bencana.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Sempusari pada Rabu 08 Juli 2026 ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Tahun 2026 yang diinisiasi BPBD Provinsi Jawa Timur.

Program tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Nomor 300.2.3/1234/208.2/2026 tanggal 23 April 2026 tentang Pemberitahuan Pelaksanaan Kegiatan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana Tahun 2026.

Kegiatan dihadiri oleh Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Jember, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Kaliwates, Lurah Sempusari, perangkat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, fasilitator Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Jawa Timur, anggota Destana Sempusari, serta mahasiswa magang FKIP Universitas Jember.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan acara, sambutan dari sejumlah pejabat, hingga prosesi pengukuhan Destana Sempusari oleh Kepala BPBD Kabupaten Jember. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis 100 bibit pohon buah dari BPBD Provinsi Jawa Timur kepada Kelurahan Sempusari sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan sekaligus mitigasi bencana.

Tidak hanya seremonial, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi mengenai urgensi pembentukan Destana, dasar-dasar penanggulangan bencana, penyelenggaraan penanggulangan bencana, hingga karakteristik ancaman bencana di wilayah Kelurahan Sempusari. Pada sesi malam, peserta mengikuti diskusi kelompok dan menyusun rencana aksi berdasarkan potensi ancaman yang ada di lingkungan masing-masing.

Sebanyak 30 anggota Destana yang berasal dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, unsur keamanan, hingga relawan kebencanaan mengikuti pelatihan secara aktif. Mereka didampingi lima personel BPBD Kabupaten Jember selama pelaksanaan kegiatan hari pertama.

Dalam diskusi, peserta mengidentifikasi tiga potensi ancaman utama di Kelurahan Sempusari, yakni banjir genangan, angin kencang, serta ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Setiap kelompok membahas karakteristik, penyebab, dampak, tanda-tanda, hingga langkah penanggulangan yang dapat dilakukan masyarakat secara mandiri maupun bersama pemerintah.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., menegaskan bahwa pembentukan Destana merupakan langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Menurutnya, penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

"Pengukuhan Destana Sempusari merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengenali risiko, melakukan pencegahan, serta bertindak cepat dan tepat ketika terjadi bencana. Semakin siap masyarakat, maka dampak bencana dapat diminimalkan," ujar Edy Budi Susilo.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pembentukan organisasi, tetapi berlanjut pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan penyusunan rencana aksi berbasis potensi wilayah.

"Melalui program Destana, masyarakat diberikan pemahaman mengenai regulasi, dasar-dasar penanggulangan bencana, hingga penyusunan rencana aksi yang sesuai dengan karakteristik ancaman di wilayahnya. Harapannya, masyarakat mampu menjadi pelaku utama dalam upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan masing-masing," kata Maryani.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan mengenai kondisi riil di lapangan serta langkah mitigasi yang dinilai paling efektif diterapkan di Kelurahan Sempusari. Hasil identifikasi tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rencana aksi sebagai pedoman menghadapi potensi bencana di tingkat kelurahan.

Melalui pembentukan Destana, BPBD Kabupaten Jember berharap tercipta masyarakat yang lebih tangguh, siap siaga, serta mampu berkolaborasi dengan pemerintah dalam mengurangi risiko bencana. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan daerah melalui peningkatan kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. (bob)

Galeri Foto