Bukan Sekadar Salurkan Bansos, Pendamping PKH Jember Kini Dilatih Jadi Benteng Literasi Keuangan KPM
- 01 Oktober 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Bukan Sekadar Salurkan Bansos, Pendamping PKH Jember Kini Dilatih Jadi Benteng Literasi Keuangan KPM
JEMBER, 30 September 2026 — Peran Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Jember kini bertambah tajam. Tak hanya memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, ratusan pendamping PKH ini disiapkan menjadi garda terdepan literasi keuangan dan perlindungan konsumen bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Langkah strategis ini diwujudkan melalui Training of Trainers (TOT) "Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan Perlindungan Konsumen" yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember di Aula BI Jember, Rabu (30/9/2026).
Sekretaris Dinas Sosial PPPA Kabupaten Jember, Sri Rahayu Wilujeng, menegaskan bahwa posisi pendamping PKH sangat krusial dalam menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.
"Apresiasi yang mendalam kami sampaikan kepada KPwBI Jember atas inisiatif kolaboratif ini. Pendamping PKH merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan KPM setiap hari. Langkah ini memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan dalam meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat bawah.
Menanamkan Cinta Rupiah berarti menjaga uang kita, Bangga Rupiah memupuk jiwa nasionalisme, dan Paham Rupiah mengajarkan cara membelanjakannya dengan rasional. Di tengah kompleksnya produk keuangan dan transaksi digital masa kini, KPM harus memiliki ketahanan finansial serta pemahaman perlindungan konsumen agar tidak mudah tergiur atau dirugikan," tutur Sri Rahayu.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha menyambut hangat komitmen tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini adalah kunci memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat tapak.
"Pendamping PKH adalah mitra kunci yang berada di garis terdepan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan Rupiah dihormati sebagai simbol kedaulatan bangsa. Lebih dari itu, pemahaman perlindungan konsumen menjadi perisai utama agar masyarakat terhindar dari risiko dan potensi kerugian dalam transaksi digital saat ini," ungkap Iqbal Reza Nugraha.
Komitmen ini makin diperkuat dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KPwBI Jember dan Dinsos PPPA Kabupaten Jember tentang perluasan edukator CBP Rupiah dan Perlindungan Konsumen.
Usai prosesi penandatanganan nota kesepahaman, para Pendamping PKH langsung dibekali pemaparan materi komprehensif oleh tim ahli Bank Indonesia Jember. Sinergi ini menjadi pijakan awal bagi terciptanya masyarakat Jember yang tak hanya berdaya secara ekonomi melalui bantuan sosial, tetapi juga tangguh dan cerdas secara finansial di era digital. (ysf)