BUMDes Kemiri Kembangkan Peternakan Ayam Petelur, Dorong Ketahanan Pangan dan PADes di Panti
- 23 Mei 2026
- Dibaca 75 Kali
Bagikan Via:
BUMDes Kemiri Kembangkan Peternakan Ayam Petelur, Dorong Ketahanan Pangan dan PADes di Panti
JEMBER, 23 MEI 2026 - Di tengah hamparan hijau kaki Gunung Argopuro, sebuah terobosan ekonomi tengah berkembang di Desa Kemiri, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Tak lagi hanya mengandalkan sektor pertanian konvensional, Pemerintah Desa (Pemdes) Kemiri melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Kembang” kini resmi menjadikan peternakan ayam petelur sebagai unit usaha prioritas sekaligus tulang punggung ekonomi desa.
Langkah tersebut diambil berdasarkan analisis pasar terkait tingginya kebutuhan protein hewani di wilayah Kecamatan Panti dan sekitarnya. Selama ini, pasokan telur masih banyak didatangkan dari luar daerah sehingga keberadaan peternakan milik desa diharapkan mampu memangkas rantai distribusi sekaligus menghadirkan harga yang lebih kompetitif bagi masyarakat.
Kepala Desa Kemiri, Baidlowi, mengatakan pemilihan usaha ayam petelur dilakukan sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui sektor yang memiliki prospek jangka panjang.
“Permintaan telur di wilayah Panti cukup tinggi. Kami melihat peluang ini sebagai potensi besar untuk meningkatkan pendapatan desa sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” ujarnya, Sabtu 23 Mei 2026.
Berlokasi di lahan kas desa yang dinilai strategis, kompleks kandang ayam petelur BUMDes Kemiri dibangun dengan standar teknis yang memadai. Saat ini, ribuan ekor ayam telah mulai berproduksi secara konsisten.
Program tersebut tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, melainkan juga menjadi bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan Dana Desa.
“Kami ingin BUMDes bukan sekadar papan nama. Ayam petelur ini adalah aset produktif. Setiap butir telur yang dihasilkan menjadi kontribusi bagi Pendapatan Asli Desa (PADes) yang nantinya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur maupun bantuan sosial,” ujar Hendra Kusuma, S.Sos., M.M. saat meninjau lokasi kandang.
Pengelolaan usaha dilakukan secara profesional dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Sejumlah pemuda desa yang sebelumnya merantau kini mulai diberdayakan sebagai operator kandang, teknisi pakan, hingga tim pemasaran. Langkah ini dinilai mampu membantu menekan angka pengangguran di tingkat desa.
Keunggulan lain dari unit usaha ayam petelur di Desa Kemiri terletak pada penerapan sistem hilirisasi sederhana. Limbah kotoran ayam tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah menjadi pupuk organik yang kemudian didistribusikan kepada petani kopi dan kakao di wilayah setempat. Pola tersebut menciptakan ekosistem pertanian sirkular yang saling mendukung.
Keberhasilan BUMDes Kemiri turut mendapat apresiasi dari pihak Kecamatan Panti. Dalam kunjungannya, Camat Panti Hendra Kusuma menyebut, Desa Kemiri dapat menjadi role model bagi desa-desa lain dalam mengelola potensi Dana Desa secara produktif dan berkelanjutan.
"Karena sektor peternakan membutuhkan ketelitian tinggi, mulai dari manajemen pakan, vaksinasi, hingga mitigasi risiko penyakit ternak," paparnya.
Meski produksi telah berjalan stabil, BUMDes Kemiri masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama fluktuasi harga pakan jagung dan konsentrat. Untuk mengantisipasi hal itu, pengelola mulai menjajaki kerja sama dengan petani jagung lokal guna menyuplai bahan baku pakan secara langsung sehingga biaya operasional dapat ditekan.
Dalam jangka panjang, Pemdes Kemiri menargetkan desa tersebut menjadi sentra telur di Kecamatan Panti. Dengan dukungan permodalan berkelanjutan dan sistem pengawasan yang transparan, BUMDes Kemiri optimistis mampu meningkatkan populasi ayam secara bertahap hingga dapat memenuhi kebutuhan pasar tingkat kabupaten.
Keberadaan unit usaha tersebut juga mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Warga, khususnya ibu rumah tangga, kini lebih mudah memperoleh telur segar langsung dari sumbernya dengan harga lebih terjangkau dibandingkan di pasaran.
Kondisi itu dinilai turut mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting melalui penyediaan akses protein hewani yang mudah dijangkau masyarakat.
Melalui pengelolaan yang terarah dan berorientasi jangka panjang, Desa Kemiri membuktikan bahwa BUMDes mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. (jha)