logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Tindak Lanjut Aduan 'Wadul Gusse', Kelurahan Baratan Dorong Standarisasi Instalasi Limbah Dapur MBG

  • 13 Mei 2026
  • Dibaca 92 Kali
Bagikan Via:
tindak-lanjut-aduan-wadul-gusse-kelurahan-baratan-dorong-standarisasi-instalasi-limbah-dapur-mbg-20260513

Tindak Lanjut Aduan 'Wadul Gusse', Kelurahan Baratan Dorong Standarisasi Instalasi Limbah Dapur MBG

JEMBER, 13 MEI 2026 - Pemerintah Kelurahan Baratan bergerak cepat merespons aduan masyarakat yang masuk melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Jember, “Wadul Gusse”. Fokus peninjauan kali ini ialah penanganan limbah cair pada unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Jalan Rasamala II, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang.

Kegiatan tindak lanjut tersebut melibatkan berbagai unsur kewilayahan, mulai dari pihak kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pengelola Dapur MBG. Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional penyediaan pangan dalam skala besar tetap berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan kenyamanan warga sekitar.

Dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 porsi per hari, pengelolaan limbah menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan di lokasi SPPG Baratan Patrang #003, ditemukan perlunya perhatian khusus terhadap teknis pembuangan limbah cair dapur.

Tanpa sistem penyaringan yang memadai, limbah sisa produksi dikhawatirkan meresap ke area permukiman warga dan mencemari saluran umum. Karena itu, Kelurahan Baratan menekankan pentingnya sistem pembuangan yang terstruktur, mulai dari saluran limbah hingga titik resapan yang telah melalui proses filtrasi berlapis.

Sekretaris Kelurahan Baratan, Denny Wijiyati, S.AP., menyampaikan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis sekaligus mengingatkan pentingnya tanggung jawab lingkungan.

“Kami sangat mendukung keberadaan program Makan Bergizi Gratis karena manfaatnya besar bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan gizi. Namun, seiring kapasitas produksi yang besar, tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar juga harus menjadi prioritas utama,” ujarnya, Rabu 13 Mei 2026.

Ia menambahkan, pihak pengelola diharapkan segera berkoordinasi dan berkonsultasi secara teknis dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar instalasi pengolahan limbah memenuhi standar dan tidak merugikan warga sekitar.

“Sinergi ini penting agar keberlanjutan program dapat berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan di wilayah Baratan,” tambahnya.

Permasalahan limbah cair dapur yang berasal dari proses pembersihan bahan pangan dan peralatan memasak diketahui memiliki kandungan lemak cukup tinggi. Jika sistem penyaringan tidak berfungsi optimal, penumpukan sedimen berpotensi menimbulkan bau tidak sedap serta penyumbatan saluran drainase warga.

Melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dipandang sebagai langkah preventif yang tepat untuk merancang sistem pembuangan limbah yang aman dan ramah lingkungan.

Menutup agenda peninjauan tersebut, seluruh pihak sepakat untuk segera melakukan tindak lanjut formal bersama instansi terkait. Pengelola Dapur MBG pun menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen melakukan pembenahan sesuai rekomendasi teknis demi menjaga harmonisasi dengan masyarakat sekitar. (fzr)

Galeri Foto