Sekolah Rakyat Segera Diresmikan, Bupati Jember: Jangan Sampai Ada Warga yang Tidak Sekolah
- 09 Juli 2026
- Dibaca 98 Kali
Bagikan Via:
Sekolah Rakyat Segera Diresmikan, Bupati Jember: Jangan Sampai Ada Warga yang Tidak Sekolah
JEMBER, 09 JULI 2026 - Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 4 di Kabupaten Jember segera beroperasi. Progres pembangunan sekolah yang menjadi bagian dari program Pemerintah Republik Indonesia tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung pada 30 Juli 2026.
Kepastian itu disampaikan Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., saat meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat bersama Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI, M.O. Royani, Kamis 09 Juli 2026.
Menurut Bupati, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, setelah sekolah mulai beroperasi, seluruh jajaran pemerintah daerah diminta aktif mendata anak-anak yang memenuhi kriteria agar tidak ada lagi warga Jember yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan selesai pada 30 Juli. Setelah beroperasi, tidak boleh ada lagi anak-anak Jember yang tidak bersekolah. Camat, lurah, hingga pemerintah desa harus proaktif melakukan pendataan agar program ini benar-benar tepat sasaran," ujarnya.
Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah sehingga peserta didik dapat mengenyam pendidikan tanpa dipungut biaya.
Meski gratis, fasilitas yang disediakan tergolong lengkap. Para siswa akan tinggal di asrama dengan tempat tidur yang layak, memperoleh fasilitas laboratorium komputer, sarana olahraga, konsumsi tiga kali sehari, serta makanan selingan dua kali setiap hari. Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung perkembangan peserta didik.
Program Sekolah Rakyat juga tidak hanya menyasar sektor pendidikan. Pemerintah akan memberikan perhatian kepada keluarga peserta didik yang tergolong miskin dan masih menempati rumah tidak layak huni melalui program perbaikan atau pembangunan rumah sesuai ketentuan yang berlaku.
Bupati Muhammad Fawait menilai program tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas hadirnya program yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Dengan target operasional pada akhir Juli 2026, Sekolah Rakyat Jatim 4 di Kabupaten Jember, diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Jember. (al)