Bupati Jember Bagikan Bansos untuk 100 Lansia di Sela Gowes di Kebun Sumberwadung
- 06 Oktober 2026
- Dibaca 56 Kali
Bagikan Via:
Bupati Jember Bagikan Bansos untuk 100 Lansia di Sela Gowes di Kebun Sumberwadung
JEMBER, 06 OKTOBER 2025 – Di sela kegiatan gowes bersama di Kebun Sumberwadung milik PDP Kahyangan, Kecamatan Silo, Bupati Jember Bupati Kabupaten Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. menyerahkan bantuan sosial kepada 100 lansia yang tinggal di sekitar kawasan perkebunan, Senin 05 Oktober 2026.
Penyelenggaraan bansos ini dilakukan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), dibantu LRT Silo yang berperan mengumpulkan para lansia.
Saat menyerahkan bantuan, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait menyampaikan terima kasih kepada para lansia yang hadir. Ia juga memastikan seluruh penerima akan mendapatkan bagian.
"Terima kasih untuk ibu-ibu yang sudah hadir. Untuk para ibu, tidak usah rebutan. Semua dapat bantuan sembako. Untuk ibu-ibu yang membutuhkan pengobatan untuk kesehatan, langsung ke puskesmas gratis," ujar Gus Fawait.
Selain bansos berupa sembako, Pemkab Jember juga menggelar pengobatan gratis bagi warga di lokasi yang sama. Menurut Gus Fawait, kegiatan gowes bersama bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga dibarengi aksi sosial dan pemantauan perkembangan ekonomi daerah.
"Kegiatan gowes bersama seluruh jajaran OPD dan camat ini bertujuan mempererat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Jember," tuturnya.
Gowes bersama para kepala dinas, camat, dan pejabat Pemkab Jember itu dimulai dari Kebun Sumberwadung sekitar pukul 17.00 WIB. Rombongan memasuki kawasan kota sekitar pukul 19.30 WIB dan mengakhiri perjalanan di Pendapa Wahyawibhawagraha Kabupaten Jember.
Kebun Sumberwadung merupakan salah satu kebun yang dikelola PDP Kahyangan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Jember. Kebun yang berada di Kecamatan Silo ini memiliki komoditas unggulan berupa kopi dan karet.
Karena itu, dalam kegiatan tersebut Bupati Fawait sekaligus memberi perhatian pada kinerja PDP Kahyangan. Ia mengapresiasi langkah inovasi dan program hilirisasi produk yang mulai diterapkan manajemen. Menurutnya, hilirisasi memberikan nilai tambah pada produk yang berdampak jangka panjang bagi pertumbuhan perusahaan daerah tersebut.
Fawait menambahkan, Kabupaten Jember memang bukan penghasil kopi jenis arabika, tetapi berpotensi menjadi sentra penghasil kopi robusta dan liberika. (rou)