Bupati Jember Segera 'Ngantor' di Mumbulsari, Guru Ngaji Mengaku Tidak Sabar Bertemu Gus
- 25 Maret 2026
- Dibaca 191 Kali
Bagikan Via:
Bupati Jember Segera 'Ngantor' di Mumbulsari, Guru Ngaji Mengaku Tidak Sabar Bertemu Gus
JEMBER, 25 MARET 2026 – Program Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, yang bertajuk "Bupati Ngantor di Desa" atau populer dengan sebutan "Bunga Desa", dijadwalkan akan segera menyambangi wilayah Kecamatan Mumbulsari. Hal ini dikonfirmasi oleh Camat Mumbulsari, Abdul Kadir, mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan ada bunga desa di Kecamatan Mumbulsari.
"Benar, dalam waktu dekat akan ada kunjungan Gus Bupati dalam rangka Bunga Desa ke Kecamatan Mumbulsari," tuturnya.
Rencana kehadiran Gus Fawait ini memantik antusiasme warga, salah satunya dari Desa Karang Kedawung. Abdullah, seorang guru ngaji di Desa Karang Kedawung yang sempat menerima insentif guru ngaji, menyatakan bahwa kehadiran Gus Fawait secara langsung di tengah masyarakat desa bukan sekadar pencitraan, melainkan langkah nyata untuk memangkas sekat yang selama ini dirasakan oleh warga pelosok. Dengan adanya program Bunga Desaku, kesan eksklusif tersebut perlahan luntur.
"Saya merasa senang, kehadiran gus Bupati ke desa kami menunjukkan bahwa pimpinan tidak hanya menunggu laporan, tapi juga mau langsung ke desa desa buat dengarkan masyarakat," ujar Abdullah saat ditemui, Rabu sore, 25 Maret 2026.
Salah satu poin utama yang disoroti Abdullah adalah kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan secara langsung.
"Melalui Bunga Desaku, warga bisa bicara blak-blakan. Mulai dari masalah pupuk, bantuan sosial, hingga pembangunan. Apalagi yang udah berumur pasti gaptek menggunakan sosial melakukan laporan," ucapnya.
Abdullah melihat ini sebagai bentuk transparansi, di mana bupati bisa langsung melakukan cross-check antara laporan administratif yang diterima dengan fakta objektif di lapangan. Ia meyakini bahwa mata seorang pemimpin akan memberikan penilaian yang berbeda jika melihat realitas secara langsung dibandingkan hanya membaca laporan di atas kertas.
"Melihat langsung pembangunan di desa itu penting. Supaya beliau tahu mana aspal yang hanya dipoles dan mana jalan yang memang butuh perbaikan total," tegasnya.
Abdullah berharap, momen ini tidak berhenti pada seremoni penyambutan, namun berlanjut pada eksekusi kebijakan yang nyata. Ia bermimpi agar akses jalan di desanya yang menjadi titik vital bisa segera mendapatkan perhatian serius setelah Bupati melihatnya sendiri.
"Saya tidak sabar ketemu Gus. Saya ingin menitipkan harapan agar desa kami tidak lagi merasa ditinggalkan terutama buat akses jalan yang sudah banyak lubang," pungkasnya. (nov)