Bupati Jember Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Ditarget Rampung Akhir Juli 2026
- 09 Juli 2026
- Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
Bupati Jember Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Ditarget Rampung Akhir Juli 2026
JEMBER, 09 Juli 2026 - Akhir Juli ini, lanskap pendidikan di Jember bakal berubah. Sebuah kompleks pendidikan masif berdiri di Jalan MH Thamrin, Desa Ajung. Namanya mentereng: Sekolah Rakyat Jember. Bukan sembarang sekolah rakyat, ini adalah salah satu proyek sekolah terpadu terbesar di Jawa Timur.
Kamis 09 Juli 2026, Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung ke lapangan. Pria yang akrab disapa Gus Fawait itu ingin memastikan sendiri: proyek tersebut tidak boleh molor. Targetnya kaku, akhir Juli harus tuntas.
Gus Fawait tidak datang untuk sekadar gunting pita atau duduk di balik meja. Ditemani Willie, sang project manager, bupati muda itu blusukan ke setiap sudut proyek. Mulai dari ruang kelas, asrama, aula, hingga fasilitas olahraga. Matanya jeli memeriksa kualitas bangunan.
"Ini bukan sekadar urusan semen dan batu bata. Ini investasi jangka panjang untuk anak-anak Jember," tegas Gus Fawait di sela-sela peninjauan.
Kompleks Sekolah Rakyat ini memang dirancang out-of-the-box. Di sana dibangun lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan bulu tangkis, hingga gedung serbaguna untuk pertunjukan seni. Fasilitasnya kelas wahid, setara sekolah swasta elite. Bedanya, sekolah ini dibangun khusus melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA untuk masyarakat kurang mampu.
Gus Fawait memasang target tinggi. Kehadiran sekolah ini harus menjadi senjata pamungkas menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jember. Sasaran utamanya jelas: warga yang berada di desil 1 dan desil 2 dalam data kemiskinan.
"Tahun ini tidak ada lagi anak di Jember yang tidak sekolah karena faktor ekonomi. Tidak ada alasan lagi. Pemerintah hadir memastikan hak mereka," ujar Gus Fawait dengan nada bertenaga.
Di lapangan, Willie memastikan mesin proyek bergerak dalam kecepatan penuh. Koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan mulus. "Tim bekerja maksimal. Kami kejar tayang tanpa mengurangi kualitas spesifikasi bangunan," kata Willie.
Gayung bersambut. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, langsung pasang badan untuk urusan operasional. Dispendik Jember kini bergerak cepat menyiapkan data calon peserta didik agar tepat sasaran. Tak hanya itu, pasokan tenaga pendidik berkualitas juga sedang digodok.
"Kami siap bersinergi penuh. Begitu fisik bangunan selesai, sistem pengajaran dan gurunya sudah harus siap. Anak-anak Jember harus dapat pendidikan berkualitas secara gratis," tegas Arief.
Bagi Pemkab Jember, Sekolah Rakyat ini adalah simbol runtuhnya sekat sosial dalam pendidikan. Ketika kemiskinan sering kali memutus mimpi anak-anak untuk bersekolah, Jember memilih membangun jembatan berupa fasilitas pendidikan modern yang inklusif.
Akhir Juli nanti akan menjadi pembuktian, apakah megaproyek ini mampu menjadi tonggak baru masa depan anak-anak Jember. (hz)