logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Gotong Royong Warga Jember Bersihkan Sungai Jompo Pasca Angin Kencang, Aliran Kembali Normal

  • 12 April 2026
  • Dibaca 244 Kali
Bagikan Via:
gotong-royong-warga-jember-bersihkan-sungai-jompo-pasca-angin-kencang-aliran-kembali-normal-20260412

Gotong Royong Warga Jember Bersihkan Sungai Jompo Pasca Angin Kencang, Aliran Kembali Normal

JEMBER, 12 APRIL 2026 - Upaya penanganan pasca bencana angin kencang dilakukan secara gotong royong oleh berbagai unsur masyarakat dan instansi di wilayah Jember. Kegiatan kerja bakti ini dilaksanakan pada Minggu, 12 April 2026 pukul 13.30 WIB di Jalan Mawar, Lingkungan Tegalrejo, Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Jompo, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang.

Peristiwa ini bermula dari kejadian hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Akibat cuaca ekstrem tersebut, dua pohon besar tumbang dan jatuh ke aliran Sungai Jompo pada pukul 15.30 WIB. Pohon-pohon tersebut sempat menghambat aliran sungai dan berpotensi menyebabkan luapan air jika tidak segera ditangani.

Sebagai respons cepat, pada Minggu, 29 Maret 2026, warga bersama relawan dari Destana, RW 13 dan RW 14, serta tim Baret Rescue melakukan kerja bakti mandiri untuk mengurangi dampak hambatan aliran sungai. Namun, karena kondisi batang pohon yang cukup besar dan sebagian terendam air dengan arus sungai yang deras, penanganan membutuhkan upaya lanjutan.

Puncak kegiatan penanganan dilakukan kembali pada Minggu, 12 April 2026 dengan melibatkan lebih banyak unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Jember, Pemerintah Desa Jemberlor, Destana, relawan, serta warga dari RW 12, 13, dan 14. Tim TRC-PB juga turut membantu proses evakuasi material pohon tumbang hingga pembersihan selesai dilakukan.

Kapusdalops PB Kabupaten Jember dalam laporannya menyampaikan bahwa kondisi terkini di lokasi sudah aman dan terkendali. Aliran Sungai Jompo kini kembali normal setelah seluruh material pohon tumbang berhasil dibersihkan dari badan sungai.

Zaenudin, salah satu Tim TRC (Tim Reaksi Cepat) BPBD Jember, menyampaikan bahwa kolaborasi antara warga dan instansi menjadi kunci utama keberhasilan penanganan. “Kerja sama ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat sangat penting. Dengan gotong royong, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko bencana lanjutan dapat diminimalisir,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat perlu terus meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan yang disertai angin kencang. “Kami mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi pohon tumbang atau banjir akibat sumbatan aliran sungai. Koordinasi dengan pihak terkait juga harus terus dijaga,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, beberapa kendala sempat dihadapi oleh tim di lapangan, seperti derasnya arus sungai dan posisi batang pohon yang terendam air, sehingga menyulitkan proses evakuasi. Meski demikian, seluruh unsur yang terlibat tetap bekerja secara maksimal hingga pembersihan selesai.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah melalui dinas terkait diharapkan dapat melakukan penanganan lanjutan pasca kejadian, termasuk pemantauan kondisi lingkungan sekitar DAS Kali Jompo. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.

Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan kondisi lingkungan di wilayah Jemberlor tetap aman serta masyarakat dapat beraktivitas dengan normal tanpa kekhawatiran akan gangguan aliran sungai. (bob)

Galeri Foto