Cabang Olahraga FAJI Turut Bantu Pencarian Lansia Diduga Hanyut di Sungai Bedadung
- 16 Maret 2026
- Dibaca 197 Kali
Bagikan Via:
Cabang Olahraga FAJI Turut Bantu Pencarian Lansia Diduga Hanyut di Sungai Bedadung
JEMBER, 16 MARET 2026 – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Jember yang merupakan cabang olahraga di bawah naungan KONI, turut berpartisipasi dalam operasi pencarian seorang warga yang dilaporkan hilang di Sungai Bedadung.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB di Sungai Bedadung, Dusun Curah Ancar, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.
Korban diketahui bernama M. Misno (71), warga Dusun Curah Ancar RT 003 RW 012, Desa Rambipuji. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 14.00 WIB korban meninggalkan rumah untuk mandi di sungai yang berada di belakang rumahnya. Dalam perjalanan menuju sungai, korban sempat bertemu dengan seorang saksi bernama Dava (15).
Namun hingga pukul 15.00 WIB korban tidak kunjung kembali ke rumah. Saksi bersama anak korban kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi sungai. Saat pencarian, mereka hanya menemukan sandal milik korban di tepi Sungai Bedadung. Dari temuan tersebut, keluarga dan warga menduga korban terjatuh dan hanyut terbawa arus sungai.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan kepada tim Destana Desa Rambipuji untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Dari hari pertama hingga memasuki hari ketiga pencarian, FAJI Jember menurunkan tujuh personel yang sudah teruji keahliannya untuk membantu proses pencarian di aliran Sungai Bedadung, dengan peralatan perahu karet.
Ketua Harian FAJI Jember, Erwin Kurniawan, menjelaskan bahwa hingga hari ketiga pencarian korban masih belum ditemukan.
“Sudah tiga hari kami melakukan pencarian bersama tim gabungan. Hari ini pencarian dimulai dari Sungai Dam Rowotamtu hingga ke wilayah Balung,” ujar Erwin.
Ia menambahkan, pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi sudah mulai gelap serta cuaca mulai mendung dan akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Tim gabungan berharap korban dapat segera ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi pihak keluarga. (mel)