Camat Patrang Tinjau Kebun Gizi Slawu, Dorong Pekarangan Rumah Jadi Sumber Pangan Keluarga
- 20 Oktober 2026
- Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
Camat Patrang Tinjau Kebun Gizi Slawu, Dorong Pekarangan Rumah Jadi Sumber Pangan Keluarga
JEMBER, 20 OKTOBER 2026 – Ketahanan pangan keluarga dapat dimulai dari langkah sederhana, salah satunya dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam sayuran. Semangat inilah yang tercermin dari keberadaan Kebun Gizi di Lingkungan Krajan, RW 07, RT 01, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.
Untuk melihat secara langsung pemanfaatan lahan tersebut, Camat Patrang Musyaffa, S.H.I., M.M., bersama Ketua TP PKK Kecamatan Patrang, Khulashah Syafa', S.Pd.I., M.Pd.I., mengunjungi Kebun Gizi Kelurahan Slawu pada Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat berbagai tanaman hortikultura yang dibudidayakan dengan memanfaatkan pupuk organik. Sejumlah tanaman yang tumbuh di kebun ini antara lain cabai, tomat, terong, gambas, dan koro. Selain menghijaukan lingkungan, tanaman tersebut memiliki manfaat langsung karena dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Kebun Gizi ini menjadi contoh pemanfaatan lahan yang produktif di tengah lingkungan permukiman. Pekarangan yang sebelumnya mungkin hanya menjadi ruang kosong dapat diubah menjadi tempat menanam sayuran yang bermanfaat bagi keluarga.
Camat Patrang Musyaffa, S.H.I., M.M., dalam kutipan yang diusulkan untuk dikonfirmasi, menekankan bahwa ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Menurutnya, masyarakat dapat memulainya dari lingkungan terdekat dengan memanfaatkan potensi yang tersedia.
“Ketahanan pangan keluarga tidak harus dimulai dari lahan yang luas. Kita bisa memulainya dari halaman rumah, dari beberapa tanaman yang kita rawat sendiri. Jika dilakukan bersama-sama dan berkelanjutan, langkah sederhana ini bisa memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut gagasan yang diangkat melalui kunjungan ini, Kebun Gizi juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat. Budidaya tanaman dengan pupuk organik mendorong warga untuk lebih mengenal cara menanam sayuran sekaligus memahami pentingnya menjaga kualitas pangan yang dikonsumsi keluarga.
Keberadaan kebun tersebut merupakan inisiatif yang digagas melalui kolaborasi tiga pilar Kelurahan Slawu. Pengelolaannya tidak hanya diarahkan untuk memperindah lingkungan, tetapi juga mendukung kesehatan dan memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Di sisi lain, kegiatan ini sejalan dengan peran TP PKK dalam mendorong pemberdayaan keluarga. Pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran dapat menjadi kegiatan sederhana yang melibatkan anggota keluarga, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membantu mengurangi ketergantungan pada pembelian sejumlah kebutuhan sayuran.
Jika dikelola secara konsisten, Kebun Gizi juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi. Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk konsumsi sendiri, sementara kelebihan hasilnya berpeluang dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kunjungan Camat Patrang bersama Ketua TP PKK Kecamatan Patrang ini menjadi momentum untuk melihat potensi lokal yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Inisiatif seperti Kebun Gizi menunjukkan bahwa upaya membangun keluarga yang sehat dan mandiri dapat dimulai dari lingkungan sendiri.
Melalui pemanfaatan lahan secara optimal, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk menanam sayuran sesuai dengan kondisi pekarangan masing-masing. Tidak harus luas dan tidak harus langsung menghasilkan banyak, karena setiap tanaman yang tumbuh dapat menjadi bagian dari langkah kecil menuju keluarga yang lebih mandiri.
Dari pekarangan rumah, tumbuh kepedulian terhadap kesehatan. Dari kebun sederhana, hadir langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. (naf)