Cegah Stunting, SPPG dan Satgas BGN Ajung Perkuat Data Penerima MBG
- 16 Juni 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Cegah Stunting, SPPG dan Satgas BGN Ajung Perkuat Data Penerima MBG
JEMBER, 16 JUNI 2026 – Upaya pencegahan stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama Satuan Tugas Badan Gizi Nasional (BGN) Kecamatan Ajung menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat pendataan penerima manfaat kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, di Balai Desa Pancakarya, Senin 15 Juni 2026.
Pendataan yang akurat menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut. Data yang valid dinilai sebagai fondasi penting untuk memastikan bantuan gizi dari program MBG diterima oleh kelompok sasaran secara tepat dan efektif, sehingga mampu mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan ini dihadiri Kasi PMKS Kecamatan Ajung Hadi Susanto, S.Pd., Koordinator Kecamatan MBG Ajung Mas Isbat, Penjabat Kepala Desa Pancakarya Murka'i, para kepala SPPG se-Kecamatan Ajung, tenaga kesehatan dari Puskesmas Ajung, bidan desa, nutrisionis, serta penyuluh keluarga berencana (KB).
Mewakili Pemerintah Kecamatan Ajung, Hadi Susanto menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada distribusi bantuan, tetapi juga pada ketepatan data penerima manfaat.
“Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya soal penyaluran makanan, tetapi bagaimana memastikan penerima manfaat benar-benar sesuai sasaran. Karena itu, pendataan yang valid menjadi langkah awal yang sangat penting agar program ini dapat mendukung upaya pencegahan stunting di Kecamatan Ajung,” ujarnya.
Menurut Hadi, sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, SPPG, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar program prioritas nasional tersebut benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga SPPG dapat bersinergi dalam melakukan pendataan dan pendampingan. Dengan data yang akurat, intervensi gizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat dilakukan secara lebih efektif,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, peserta membahas mekanisme pendataan penerima manfaat kategori 3B sekaligus pembagian wilayah sasaran bagi masing-masing SPPG. Setiap SPPG diketahui memiliki target pelayanan minimal 300 penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Koordinator Kecamatan MBG Ajung, Mas Isbat, mengatakan kelompok 3B menjadi sasaran prioritas karena memiliki keterkaitan langsung dengan upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dan penurunan angka stunting.
“Kelompok 3B merupakan sasaran prioritas dalam program ini karena memiliki peran penting dalam upaya menekan angka stunting. Oleh karena itu, kami ingin memastikan seluruh calon penerima manfaat terdata dengan baik dan memperoleh layanan sesuai kebutuhan gizinya,” katanya.
Selain pendataan, peserta rapat juga membahas penyusunan menu makanan bergizi yang akan diberikan kepada penerima manfaat. Menu yang disiapkan tidak bersifat seragam karena kebutuhan gizi setiap kelompok berbeda.
Ibu hamil membutuhkan asupan nutrisi tertentu untuk mendukung kesehatan ibu dan janin. Sementara ibu menyusui memerlukan tambahan zat gizi guna menunjang produksi ASI, sedangkan balita membutuhkan nutrisi yang disesuaikan dengan usia dan tahap tumbuh kembangnya.
Penentuan jenis dan komposisi menu nantinya akan dilakukan oleh ahli gizi yang bertugas pada masing-masing dapur SPPG. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan makanan yang diberikan sesuai kebutuhan penerima manfaat sekaligus memberikan dampak optimal terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak. (Ikh)