Cek Lapangan Jadi Kunci, 16 Titik Irigasi Jember Dipastikan Tepat Sasaran
- 15 September 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
Cek Lapangan Jadi Kunci, 16 Titik Irigasi Jember Dipastikan Tepat Sasaran
JEMBER, 15 SEPTEMBER 2026 — Penanganan jaringan irigasi tidak cukup hanya mengandalkan data usulan. Kondisi di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan titik yang akan ditangani benar-benar sesuai kebutuhan.
Hal itu dilakukan melalui pematangan rencana pelaksanaan pekerjaan Inpres 02 di Kabupaten Jember. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, konsultan, serta pengawas melakukan verifikasi langsung terhadap 16 titik jaringan irigasi tersier yang sebelumnya diusulkan.
Dalam proses tersebut, Pelaksana Teknis OP BBWS Brantas, Ferry DCN, mengatakan pengecekan dilakukan untuk mencocokkan kondisi nyata dengan data yang menjadi dasar usulan.
“Dari 16 itu kemungkinan kan bisa ada ataupun lebih atau ada yang kurang. Tergantung dari data yang nanti kita replikasi dan validasi,” ujar Ferry.
Untuk memastikan kecocokan tersebut, tim melakukan pemindaian lokasi, pengukuran, kemudian membandingkan hasil survei dengan data yang tersedia. Hasilnya akan menjadi bahan penyusunan desain sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Bagi DTPHP Jember, tahapan ini menjadi bagian penting agar penanganan irigasi tidak berhenti pada pemenuhan usulan, tetapi benar-benar menjawab kondisi jaringan di lapangan.
Karena itu, Kepala DTPHP Jember, Sutiyoso, S.H., M.H., bersama Sekretaris Dinas Moch. Kosim, S.TP., M.P., dan Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Joko Nurcahyo, S.TP., turut mengikuti proses pematangan tersebut.
Selanjutnya, setiap hasil survei diproses sebagai bahan perencanaan teknis. Dengan tahapan itu, keputusan penanganan tidak hanya berdasarkan data di atas kertas, tetapi juga mempertimbangkan kondisi aktual di lokasi.
“Yang kita harapkan memang manfaat untuk petani” ujar Sutiyoso.
Verifikasi ditargetkan mencakup seluruh 16 titik hingga Jumat. Meski demikian, jumlah tersebut masih dapat berubah sesuai hasil validasi di lapangan.
Dengan proses tersebut, penanganan jaringan irigasi diharapkan berada di lokasi yang tepat dan memberikan manfaat bagi pertanian, sekaligus mendukung ketersediaan pangan di Jember. (fan)