Forum Inovasi Pariwisata Digelar, Pokdarwis Jember Tukar Ide Kembangkan Destinasi Wisata
- 13 Maret 2026
- Dibaca 233 Kali
Bagikan Via:
Forum Inovasi Pariwisata Digelar, Pokdarwis Jember Tukar Ide Kembangkan Destinasi Wisata
JEMBER, 12 MARET 2026 - Disporabudpar Jember terus mendorong penguatan inovasi sektor pariwisata berbasis masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan forum diskusi bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026.
Kegiatan yang melibatkan sejumlah pengelola desa wisata dan perwakilan Pokdarwis tersebut menjadi ruang bertukar gagasan serta merumuskan inovasi baru dalam pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Jember. Forum ini juga bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan pelaku pariwisata di tingkat desa agar potensi wisata lokal dapat dikelola secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Jember, Yunita Maharani, S.STP., M.Si, memberikan arahan terkait pentingnya inovasi dalam pengemasan produk wisata agar lebih menarik bagi wisatawan. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pengembangan paket wisata kuliner di kawasan Pantai Watu Ulo dengan harga terjangkau bagi wisatawan.
“Melalui paket wisata kuliner di Watu Ulo dengan harga sekitar Rp40.000, wisatawan tidak hanya menikmati panorama pantai tetapi juga dapat merasakan kekayaan kuliner lokal. Inovasi seperti ini penting untuk meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Yunita.
Selain membahas inovasi paket wisata, forum diskusi tersebut juga menjadi wadah bagi para pengelola desa wisata untuk menyampaikan pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan destinasi. Salah satunya disampaikan oleh Sugiyanto dari Desa Adat Arjasa yang menyoroti pentingnya koordinasi dalam pemberdayaan masyarakat desa.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pariwisata harus dikelola secara terarah melalui pengelola desa agar program pemberdayaan dapat berjalan efektif.
“Pemberdayaan masyarakat desa di sektor pariwisata diharapkan dapat dikoordinasikan melalui pengelola desa sehingga pelaksanaannya lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Sugiyanto.
Sementara itu, Hartono dari Wisata Kampung Durian juga menyampaikan kondisi kunjungan wisatawan di destinasi yang dikelolanya. Ia menjelaskan bahwa jumlah kunjungan wisatawan cenderung fluktuatif karena sangat dipengaruhi oleh musim panen komoditas lokal.
“Jumlah kunjungan wisatawan di Kampung Durian sangat bergantung pada musim, khususnya saat panen kopi dan durian. Ketika musim tersebut tiba, jumlah wisatawan biasanya meningkat cukup signifikan,” jelas Hartono.
Melalui forum diskusi ini, Disporabudpar Jember berharap tercipta berbagai ide dan inovasi baru yang dapat memperkuat pengembangan pariwisata daerah berbasis potensi lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola desa wisata, dan Pokdarwis dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata di Kabupaten Jember.
Dengan adanya ruang dialog dan pertukaran gagasan seperti ini, diharapkan pengembangan pariwisata Jember dapat terus berkembang secara kreatif, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di sekitar destinasi wisata. (ram)