logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Gandeng BEM Unej, BPBD Jember Latih Warga Desa Pace Jadi Agen Siaga K3

  • 15 Juli 2026
  • Dibaca 150 Kali
Bagikan Via:
gandeng-bem-unej-bpbd-jember-latih-warga-desa-pace-jadi-agen-siaga-k3-20260716

Gandeng BEM Unej, BPBD Jember Latih Warga Desa Pace Jadi Agen Siaga K3

JEMBER, 15 JULI 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus memperluas edukasi kebencanaan hingga ke tingkat tapak. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember (Unej) dalam program "Siaga K3" (Sehat, Selamat, Kesiapsiagaan Keluarga) di Kantor Kepala Desa Pace, Kecamatan Silo, Rabu 15 Juli 2026.

Program ini dirancang khusus untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, yang dimulai dari unit terkecil yaitu lingkungan keluarga. Sebanyak 25 peserta yang terdiri atas kader posyandu, relawan kebencanaan, unsur Desa Tangguh Bencana (Destana), Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga perangkat desa setempat tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi.

Hadir sebagai narasumber, personel BPBD Jember, Nanang Ahmad Fauzi, S.Si., bersama Muhammad Agus Shofarudin, S.Pd. Keduanya memaparkan materi fundamental, mulai dari pengenalan risiko bencana lokal, penyusunan rencana darurat keluarga, pemetaan jalur evakuasi, hingga teknik penyelamatan diri yang cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi.

Lebih dari sekadar pembekalan teori, para kader posyandu dan relawan yang hadir juga didorong untuk menjadi agen edukasi. Mereka diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan mitigasi ini kepada tetangga dan komunitas di lingkungan masing-masing.

Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Muhammad Agus Shofarudin, menegaskan bahwa keluarga merupakan garda terdepan saat bencana melanda. Oleh karena itu, kesiapan mental dan pengetahuan sejak dini menjadi kunci utama meminimalkan risiko.

"Melalui sosialisasi Siaga K3 ini, kita ingin menanamkan budaya sadar bencana yang kuat di rumah tangga. Jika setiap keluarga tahu cara menyelamatkan diri dan ke mana harus melangkah, dampak fatalitas bencana bisa ditekan sekecil mungkin," ujar Agus.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan relawan lokal adalah modal sosial yang sangat mahal. Kerja sama ini diharapkan melahirkan masyarakat desa yang mandiri dan tidak gagap saat menghadapi ancaman bencana.

Acara yang berlangsung interaktif sejak pukul 14.30 WIB ini ditutup pada pukul 16.15 WIB. Komitmen memperkuat kapasitas warga desa seperti ini akan terus digulirkan secara konsisten oleh BPBD Jember guna menciptakan wilayah yang benar-benar tangguh bencana. (tgh)

Galeri Foto