Dari Gelap ke Terang: Cerita Bu Soema, Nenek 68 Tahun Asal Kebonsari yang Kembali Melihat Dunia
- 17 Maret 2026
- Dibaca 195 Kali
Bagikan Via:
Dari Gelap ke Terang: Cerita Bu Soema, Nenek 68 Tahun Asal Kebonsari yang Kembali Melihat Dunia
JEMBER 17 MARET 2026 - Gang sempit di Jalan Letjen Soeprapto, wilayah Sumberdandang, Kelurahan Kebonsari, tampak lengang siang itu. Rumah sederhana milik Bu Soema (68) berdiri di antara deretan hunian warga lainnya. Tak ada yang istimewa dari luar, namun di dalamnya tersimpan cerita perubahan besar, dari gelap menuju terang.
Siang itu, senyum Bu Soema tak henti merekah. Ia tampak begitu ceria saat menerima kedatangan tim dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Kedatangan tim tersebut turut didampingi pihak Kelurahan Kebonsari serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) setempat.
Kebahagiaan itu memuncak saat Firda Agustin, pengelola data dari Kemensos RI, menanyakan kondisi penglihatannya setelah menjalani operasi katarak.
“Terima kasih semua, berkat itu sekarang semua jadi jelas. Mau jahit pakai jarum pun kelihatan,” ujar Bu Soema dengan penuh antusias.
Kalimat sederhana itu menggambarkan perubahan besar dalam hidupnya. Sebelum menjalani operasi, Bu Soema mengaku hampir tidak bisa melakukan aktivitas apapun karena keterbatasan penglihatan.
“Dulu tidak bisa ngapa-ngapain, semua tidak kelihatan,” tuturnya pelan.
Kini, kehidupan sehari-harinya kembali berjalan normal. Ia sudah bisa melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring, bahkan menjahit dengan tangannya sendiri, sesuatu yang dulu mustahil dilakukan.
Bagi Bu Soema, program Atensi dari Kementerian Sosial bukan sekadar bantuan, melainkan jalan untuk kembali mandiri dan merasakan kebahagiaan sederhana dalam hidup.
Di sisi lain, Lurah Kebonsari, Edi Hariyanto, menyebut bahwa tidak semua penerima manfaat memiliki kesadaran seperti Bu Soema dalam memanfaatkan program tersebut.
“Beberapa penerima manfaat di wilayah kami tidak semuanya seperti Bu Soema yang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan mau menjalani operasi katarak,” ungkapnya.
Karena itu, pihak kelurahan bersama pendamping sosial terus berupaya memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan edukasi agar para penerima manfaat bisa memanfaatkan program Atensi ini, sehingga mereka bisa kembali beraktivitas secara normal,” tambahnya.
Sementara itu, Firda Agustin menegaskan bahwa kegiatan monev yang dilakukan bukan sekadar evaluasi administratif, tetapi lebih pada melihat dampak nyata program di lapangan.
“Monev ini untuk memastikan bahwa program Atensi dari Kemensos benar-benar memberikan manfaat nyata dalam kehidupan penerima, seperti yang dirasakan langsung oleh Bu Soema,” jelasnya.
Kisah Bu Soema menjadi bukti bahwa intervensi yang tepat dapat mengubah hidup seseorang secara signifikan. Dari keterbatasan menuju kemandirian, dari gelap menuju terang, sebuah harapan yang kini nyata dirasakan di sudut kecil Sumberdandang, Kebonsari. (aji)