Dari Gugup Jadi Percaya Diri: Semangat Ibu-Ibu PKK Arjasa Kuasai Seni Public Speaking
- 30 Maret 2026
- Dibaca 154 Kali
Bagikan Via:
Dari Gugup Jadi Percaya Diri: Semangat Ibu-Ibu PKK Arjasa Kuasai Seni Public Speaking
JEMBER, 30 MARET 2026 – Hari ini, Senin, 30 Maret 2026 menjadi momen yang penuh semangat dan inspirasi bagi para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Kecamatan Arjasa. Peserta dari berbagai desa berkumpul dalam sebuah kegiatan pembinaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas diri, khususnya dalam keterampilan public speaking.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan menjadi wadah transformasi bagi para ibu untuk berani tampil, menyampaikan ide, serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Sejak pagi hari, suasana sudah terasa hidup. Para peserta hadir dengan mengenakan seragam khas yang mencerminkan kekompakan dan kebersamaan. Senyum, sapa hangat, dan canda ringan mengiringi awal kegiatan. Meski sebagian mengaku gugup karena harus berbicara di depan umum, semangat untuk belajar tampak jelas terpancar dari wajah mereka.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kecamatan Arjasa, Ermi Rahmawati, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan komunikasi di era saat ini. Menurutnya, kader PKK memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga keterampilan berbicara di depan umum menjadi hal yang sangat penting.
“Public speaking bukan hanya soal berbicara, tetapi bagaimana menyampaikan pesan dengan jelas, percaya diri, dan mampu menginspirasi orang lain. Saya sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu PKK hari ini. Ini adalah langkah luar biasa untuk meningkatkan kualitas diri dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan pembinaan ini menghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidang komunikasi dan pengembangan diri. Materi yang disampaikan mencakup teknik dasar berbicara di depan umum, cara mengatasi rasa gugup, penggunaan bahasa tubuh yang efektif, hingga strategi menyusun pesan yang menarik dan mudah dipahami.
Sesi pertama dimulai dengan pengenalan konsep dasar public speaking. Para peserta diajak memahami bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pembicara yang baik, asalkan mau berlatih dan terus belajar.
Narasumber juga memberikan contoh-contoh sederhana yang mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara memperkenalkan diri, menyampaikan pendapat dalam rapat, hingga berbicara di hadapan masyarakat dalam kegiatan desa.
Memasuki sesi praktik, suasana menjadi semakin menarik. Satu per satu peserta diminta maju ke depan untuk mencoba berbicara. Awalnya, beberapa terlihat ragu dan terbata-bata. Namun, dengan dukungan dari peserta lain yang memberikan tepuk tangan dan semangat, perlahan rasa percaya diri mulai tumbuh.
Ermi Rahmawati dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menilai bahwa peningkatan kapasitas kader PKK merupakan investasi penting dalam pembangunan masyarakat.
“Kader PKK adalah ujung tombak dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. Dengan kemampuan komunikasi yang baik, pesan-pesan pembangunan akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Saya berharap ibu-ibu dapat menerapkan ilmu yang didapat hari ini dalam kegiatan sehari-hari,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa keberanian untuk berbicara harus terus diasah. Menurutnya, rasa takut adalah hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi penghalang untuk berkembang.
“Jangan takut salah. Semua orang pernah belajar dari kesalahan. Yang terpenting adalah kemauan untuk mencoba dan terus memperbaiki diri,” tambahnya.
Kegiatan pembinaan ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi keterampilan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar kader PKK. Melalui interaksi yang terjadi selama pelatihan, para peserta dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan yang lebih kuat.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan. Tawa dan senyum menghiasi wajah para peserta, mencerminkan kepuasan dan kebahagiaan atas pengalaman yang telah dilalui.
Momentum hari ini menjadi bukti bahwa dengan kemauan dan dukungan yang tepat, setiap orang dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Para ibu PKK Arjasa telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berperan sebagai penggerak keluarga, tetapi juga sebagai komunikator yang handal di tengah masyarakat.
Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus digelar dengan tema-tema yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kader PKK dapat terus berkontribusi secara maksimal dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.
Semangat yang ditunjukkan hari ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, seperti keberanian untuk berbicara. Dan dari ruang sederhana, lahirlah perempuan-perempuan hebat yang siap membawa perubahan bagi lingkungannya. (aza)