logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Rambipuji

Ringankan Beban Warga, 1.087 KK di Rowotamtu Terima Bantuan Pangan Dua Bulan Sekaligus

  • 16 April 2026
  • Dibaca 161 Kali
Bagikan Via:
ringankan-beban-warga-1087-kk-di-rowotamtu-terima-bantuan-pangan-dua-bulan-sekaligus-20260416

Ringankan Beban Warga, 1.087 KK di Rowotamtu Terima Bantuan Pangan Dua Bulan Sekaligus

JEMBER, 16 APRIL2026 - Pendistribusian bantuan pangan kembali digelar di Kecamatan Rambipuji. Kali ini, giliran Desa Rowotamtu yang menjadi lokasi penyaluran program dari pemerintah pusat tersebut. Sebanyak 1.087 Kepala Keluarga (KK) menerima bantuan berupa 21 ton 740 kilogram beras dan 4.348 liter minyak goreng, yang disalurkan langsung di pendopo desa pada Kamis, 16 April 2026.

Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati area pendopo Desa Rowotamtu. Mereka datang dengan tertib untuk mengambil bantuan yang telah lama dinantikan. Proses pendistribusian berlangsung lancar dengan pengawalan dari perangkat desa serta petugas terkait, guna memastikan bantuan diterima tepat sasaran.

Setiap Kepala Keluarga menerima jatah bantuan untuk dua bulan, yakni 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian warga.

Sekretaris Kecamatan Rambipuji, Habib Salim, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa program bantuan pangan ini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

“Bantuan ini sangat membantu, khususnya bagi keluarga lansia dan warga kurang mampu. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut agar masyarakat bisa lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Habib Salim di sela kegiatan.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak Bulog Jember yang telah bekerja keras dalam mempercepat proses distribusi bantuan. Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi kunci utama agar bantuan dapat tersalurkan secara merata dan tepat waktu.

Dukungan penuh dari Bupati Jember, yang akrab disapa Gus Bupati, juga menjadi faktor penting dalam kelancaran program ini. Komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat dinilai mampu memberikan dampak nyata, terutama bagi Distribusi bantuan pangan kembali digelar di Kecamatan Rambipuji.

Kali ini, giliran Desa Rowotamtu yang menjadi lokasi penyaluran program dari pemerintah pusat tersebut. Sebanyak 1.087 Kepala Keluarga (KK) menerima bantuan berupa 21 ton 740 kilogram beras dan 4.348 liter minyak goreng, yang disalurkan langsung di pendopo desa pada Kamis, 16 April 2026.

Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati area pendopo Desa Rowotamtu. Mereka datang dengan tertib untuk mengambil bantuan yang telah lama dinantikan. Proses pendistribusian berlangsung lancar dengan pengawalan dari perangkat desa serta petugas terkait, guna memastikan bantuan diterima tepat sasaran.

Setiap Kepala Keluarga menerima jatah bantuan untuk dua bulan, yakni 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian warga.

Sekretaris Kecamatan Rambipuji, Habib Salim, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa program bantuan pangan ini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

“Bantuan ini sangat membantu, khususnya bagi keluarga lansia dan warga kurang mampu. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut agar masyarakat bisa lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Habib Salim di sela kegiatan.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak Bulog Jember yang telah bekerja keras dalam mempercepat proses distribusi bantuan. Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi kunci utama agar bantuan dapat tersalurkan secara merata dan tepat waktu.

Dukungan penuh dari Bupati Jember, yang akrab disapa Gus Bupati, juga menjadi faktor penting dalam kelancaran program ini. Komitmen pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat dinilai mampu memberikan dampak nyata, terutama bagi warga yang membutuhkan uluran tangan.

“Percepatan distribusi ini patut diapresiasi. Ini bukti bahwa pemerintah hadir dan serius dalam membantu masyarakat,” tambahnya.

Di tengah keramaian kegiatan tersebut, terselip kisah haru dari salah satu penerima bantuan. Tasrifah (67), seorang janda yang tinggal di Dusun Curahmluwo RT 01 RW 02, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya saat menerima bantuan.

Dengan wajah penuh haru, ia mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi dirinya yang hidup seorang diri. Kebutuhan pokok yang selama ini terasa berat, kini sedikit teringankan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Bantuan ini sangat membantu untuk makan sehari-hari. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah peduli kepada kami,” ucap Tasrifah dengan suara bergetar.

Cerita Tasrifah menjadi gambaran nyata bahwa program bantuan pangan ini bukan sekadar angka dan data, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat kecil. Kehadiran negara melalui program ini dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

Kepala Desa Rowotamtu, Jainuri, juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan secara cermat agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam proses penyaluran.

Selain itu, perangkat desa juga memastikan tidak terjadi penumpukan antrean dengan mengatur jadwal pengambilan secara bergiliran. Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban serta kenyamanan warga selama proses distribusi berlangsung.

Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor kebutuhan pokok. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan angka kemiskinan dapat ditekan.

Tak hanya itu, keberadaan bantuan pangan juga menjadi salah satu bentuk perlindungan sosial yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di tingkat desa. Terlebih bagi kelompok lansia, janda, serta keluarga prasejahtera yang rentan terhadap gejolak ekonomi. (sai)

Galeri Foto