Dari Kebun ke Ritel Modern: Sidorejo Perkuat Posisi Hortikultura Jember
- 02 April 2026
- Dibaca 171 Kali
Bagikan Via:
Dari Kebun ke Ritel Modern: Sidorejo Perkuat Posisi Hortikultura Jember
JEMBER, 02 APRIL 2026 - Kunjungan kerja yang dilakukan tim Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember ke Desa Sidorejo, Kecamatan Umbulsari, Kamis 02 April 2026, tidak hanya menjadi agenda monitoring dan evaluasi. Lebih dari itu, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana produk hortikultura lokal mulai menembus pasar yang lebih luas dan terstruktur.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPHP Kabupaten Jember, Agung Satrio Setiawan, SP., MP. Bersama tim, ia melakukan pengamatan langsung terhadap perkembangan kawasan hortikultura unggulan di wilayah tersebut.
Di atas lahan seluas 9 hektar, berbagai komoditas unggulan ditanam secara terintegrasi, mulai dari mangga arum merah, nangka J33, jambu green giant, jeruk pamelo, jambu kristal, srikaya jumbo, hingga nanas madu jumbo. Pola tanam yang tertata rapi menjadi salah satu kunci dalam menjaga kualitas dan kontinuitas produksi.
Hasilnya mulai terlihat. Produk dari kawasan ini tidak lagi berhenti di pasar lokal, tetapi sudah masuk ke jaringan ritel modern seperti Superindo dan Transmart. Selain itu, hasil panen juga dipasok ke industri sari buah serta didistribusikan ke berbagai kota, termasuk Semarang.
“Di Sidorejo ini kita tidak hanya bicara produksi. Dalam satu hamparan 9 hektar sudah ditanam berbagai komoditas unggulan, dan yang terpenting, hasilnya sudah masuk ke pasar modern seperti Superindo dan Transmart, bahkan sampai ke luar daerah. Ini menunjukkan bahwa hortikultura kita mulai punya pasar yang jelas dan terus berkembang,” ujar Agung.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, penguatan pada aspek pemasaran menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah produk. Petani tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mulai menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Pendekatan ini membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan akses pasar yang semakin jelas, hasil pertanian tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tengkulak, melainkan memiliki jalur distribusi yang lebih stabil.
Melalui monitoring dan evaluasi ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan hortikultura berbasis kawasan yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki daya saing pasar yang kuat. (fan)