logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jelbuk

Pertemuan Rutin Kader Posyandu Sucopangepok, Tekankan Kolaborasi Cegah Stunting dan AKI-AKB

  • 29 April 2026
  • Dibaca 121 Kali
Bagikan Via:
pertemuan-rutin-kader-posyandu-sucopangepok-tekankan-kolaborasi-cegah-stunting-dan-aki-akb-20260501

Pertemuan Rutin Kader Posyandu Sucopangepok, Tekankan Kolaborasi Cegah Stunting dan AKI-AKB

JEMBER, 29 APRIL 2026 - Kader Posyandu Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, menggelar pertemuan rutin pada Selasa, 28 April 2026 di Polindes Sucopangepok. Kegiatan ini diikuti puluhan kader, tenaga kesehatan (nakes), serta perwakilan pemangku kepentingan setempat sebagai upaya memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Bidan Desa Sucopangepok, Tria Dewi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa desa tersebut memiliki sembilan posyandu dengan total 45 kader, terdiri atas 40 perempuan dan 5 laki-laki. Ia menyoroti kondisi geografis desa yang berada di wilayah pegunungan dengan medan yang cukup sulit serta cakupan wilayah yang luas.

“Meskipun demikian, kader dan tenaga kesehatan tetap semangat dan kompak dalam menjalankan tugas,” ujarnya. Ia juga mengingatkan adanya sejumlah ibu hamil berusia di bawah umur yang membutuhkan perhatian khusus.

Ketua TP PKK Kecamatan Jelbuk, Waki’ah Pairi, menegaskan pentingnya sinergi dalam menjalankan program pemerintah, termasuk Gerakan 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang melibatkan kader posyandu sebagai penggerak. Ia menjelaskan bahwa di setiap kecamatan terdapat Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang beranggotakan nakes, PKK, dan kader KB.

“Koordinasi yang baik sangat dibutuhkan agar pelaksanaan TPK berjalan optimal, khususnya dalam mencegah angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting,” katanya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pendampingan keluarga harus dilaporkan melalui aplikasi agar terdokumentasi dengan baik. Mengingat kondisi medan desa yang sulit, ia mengapresiasi dedikasi kader dan mendorong mereka untuk terus aktif berkoordinasi dengan tenaga kesehatan. Ia juga menyampaikan adanya program homecare dari Puskesmas Jelbuk yang memungkinkan pelayanan kesehatan dilakukan langsung ke rumah warga yang membutuhkan.

Koordinator KB Kecamatan Jelbuk, Sukma, menjelaskan berbagai upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam menekan angka stunting, termasuk penyediaan layanan USG gratis bagi ibu hamil serta pemeriksaan oleh dokter spesialis bagi anak stunting. Ia juga menyebutkan adanya proses verifikasi dan validasi data oleh ASN untuk memperoleh data akurat, khususnya bagi warga desil 1.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida, menekankan pentingnya peran kader sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan. Ia mengingatkan agar kader aktif memantau kondisi ibu hamil dan balita stunting serta memastikan pemeriksaan kehamilan dilakukan sesuai standar.

“Ibu hamil minimal harus menjalani enam kali pemeriksaan selama masa kehamilan,” jelasnya. Ia juga menginformasikan bahwa honor kader untuk April hingga Juni akan dibiayai melalui anggaran Puskesmas Jelbuk.

Dalam sesi pembinaan, petugas promosi kesehatan, Wardha, mengingatkan kembali lima langkah pelayanan posyandu, yaitu pendaftaran, penimbangan, pencatatan, pemeriksaan, dan penyuluhan. Ia menekankan pentingnya rotasi tugas kader setiap tiga bulan agar seluruh kader memahami setiap tahapan pelayanan.

Pertemuan juga diisi dengan sosialisasi skrining TBC mandiri oleh petugas terkait serta imbauan penggunaan aplikasi Mobile JKN bagi kader dan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi.

Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan sinergi antara kader, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan semakin kuat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam menekan angka stunting serta kematian ibu dan bayi di wilayah Kecamatan Jelbuk. (ama)

Galeri Foto