Di Tengah Kemarau, Warga Pakusari Berjuang Mendapatkan Setetes Air Bersih
- 28 September 2026
- Dibaca 113 Kali
Bagikan Via:
Di Tengah Kemarau, Warga Pakusari Berjuang Mendapatkan Setetes Air Bersih
JEMBER, 28 SEPTEMBER 2026 - Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di Dusun Krajan RT 02/RW 02, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan. Sumur warga yang menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari terus mengalami penurunan debit air sejak musim kemarau berlangsung.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen di lokasi pada Senin, 28 September 2026. Hasil asesmen menunjukkan kondisi sumber air warga semakin terbatas, terutama sejak memasuki September.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Muhamad Agus Shofarudin, mengatakan, penurunan debit air mulai dirasakan warga sejak Agustus. Kondisi tersebut semakin parah pada September ketika sejumlah sumur warga mengering.
“Sumur warga dengan kedalaman sekitar 15 meter sudah tidak bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Agus seusai asesmen.
Selain keterbatasan air tanah, wilayah tersebut belum memiliki jaringan pipanisasi yang mengalir langsung ke rumah warga. Akibatnya, masyarakat harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci.
Warga mendatangi sumber air atau sungai yang berjarak sekitar 500 meter dari permukiman. Namun, kondisi air yang kotor membuat sumber tersebut tidak dapat digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak.
Untuk memenuhi kebutuhan air konsumsi, sebagian warga terpaksa membeli air dalam galon. Kondisi ini menambah beban warga karena kebutuhan air bersih harus dipenuhi secara mandiri.
BPBD Jember mencatat terdapat 60 KK di RT 02/RW 02 Dusun Krajan yang membutuhkan pasokan air bersih. Saat asesmen, tersedia satu tandon berkapasitas 2.200 liter milik warga yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan sementara.
TRC BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan RT dan RW, melakukan asesmen kondisi warga, memeriksa sumur serta sumber mata air, dan mendokumentasikan kondisi di lapangan. Kegiatan selesai sekitar pukul 14.00 WIB.
Sebagai tindak lanjut, warga bersama pengurus RT akan bermusyawarah menentukan titik penempatan tandon sekaligus menyiapkan pangkon atau dudukan tandon.
BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih ke wilayah terdampak setiap tiga hari sekali. Selain itu, diperlukan tambahan dua tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter untuk menunjang pemenuhan kebutuhan warga selama musim kemarau.
“Rekomendasinya distribusi air bersih dilakukan tiga hari sekali dan ditambah dua tandon kapasitas 1.200 liter,” ujar Agus.
Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Jember bersama RT/RW dan warga setempat. (tgh)