logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

DinkesPPKB Jember Dorong Pengawasan Obat Gizi hingga Dikonsumsi Sasaran

  • 07 Oktober 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
dinkesppkb-jember-dorong-pengawasan-obat-gizi-hingga-dikonsumsi-sasaran-20261007

DinkesPPKB Jember Dorong Pengawasan Obat Gizi hingga Dikonsumsi Sasaran

JEMBER, 07 OKTOBER 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Jember akan memperkuat perhatian terhadap pemanfaatan obat gizi di tingkat puskesmas, tidak hanya pada proses distribusi tetapi hingga memastikan obat benar-benar digunakan oleh sasaran.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi kinerja Program Gizi Masyarakat hingga Triwulan III 2026 yang digelar Bidang Kesehatan Masyarakat DinkesPPKB Jember pada Senin, 5 Oktober 2026, di Aula Polkesma Jember.

Kegiatan tersebut diikuti ahli gizi dari 50 puskesmas se-Kabupaten Jember. Evaluasi membahas sejumlah komponen program, mulai dari capaian intervensi spesifik, penimbangan, program rutin gizi masyarakat hingga realisasi anggaran.

Penanggung Jawab Program Gizi sekaligus Penelaah Teknis Kebijakan pada Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi DinkesPPKB Jember, Farida Hary Anggraini, S.ST., S.Gz., mengatakan pengelolaan obat gizi perlu mendapat perhatian mulai dari distribusi hingga pemanfaatannya oleh sasaran.

“Penggunaan dan distribusi obat gizi perlu diperhatikan agar tidak sampai melewati masa kedaluwarsa. Misalnya tablet tambah darah, distribusinya tidak cukup hanya sampai kepada sasaran, tetapi perlu dipastikan tablet tersebut benar-benar dikonsumsi. Kami melihat setiap puskesmas memiliki latar belakang dan tantangan yang berbeda, sehingga kondisi tersebut perlu dibahas dan dicari solusinya bersama,” ujar Farida.

Ke depan, pemantauan pemanfaatan obat gizi menjadi bagian penting untuk memastikan intervensi yang telah disiapkan dapat memberikan hasil sesuai tujuan. Distribusi obat perlu diikuti dengan pengawasan penggunaan sehingga ketersediaan obat tidak berhenti sebagai capaian administratif.

Tablet tambah darah menjadi salah satu contoh intervensi yang membutuhkan perhatian tersebut. Selain memastikan ketersediaan dan distribusi, pelaksana program perlu mengetahui apakah tablet yang telah diterima benar-benar dikonsumsi oleh sasaran.

Evaluasi bersama ahli gizi dari 50 puskesmas juga menjadi ruang untuk melihat perbedaan persoalan di masing-masing wilayah. Temuan tersebut akan menjadi bahan dalam memperbaiki pelaksanaan program sekaligus mendukung penyusunan perencanaan tahun 2027.

Dengan pengawasan yang lebih menyeluruh, DinkesPPKB Jember mendorong agar pengelolaan obat gizi tidak hanya berorientasi pada tersalurkannya obat, tetapi juga memastikan intervensi benar-benar dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(fam)

Galeri Foto