Dinsos PPPA Hadiri Talkshow "Sekolah Berdaya" untuk Tekan Angka Pernikahan Dini
- 16 April 2026
- Dibaca 214 Kali
Bagikan Via:
Dinsos PPPA Hadiri Talkshow "Sekolah Berdaya" untuk Tekan Angka Pernikahan Dini
JEMBER, 16 APRIL 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan menggelar talkshow inspiratif bertajuk “Sekolah Berdaya Mencegah Pernikahan Dini” pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha ini menghadirkan tokoh pendidikan nasional sekaligus Pembina Yayasan Guru Belajar Foundation, Najelaa Shihab, sebagai narasumber utama.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta dan merupakan hasil kerja sama dengan Guru Belajar Foundation.
“Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons atas masih tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Jember, yang berdampak serius terhadap kualitas pendidikan, perlindungan anak, serta masa depan generasi muda,” jelas Arief.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Jember, Sugeng Riyadi, S.E., yang hadir bersama Solehati Nofitasari serta Almira Raisha Kirania Azizah dan Nia Ramadhani dari Forum Anak Jember, turut memberikan apresiasi.
“Sebagaimana pandangan Gus Bupati dan Ning Ghyta, Mbak Najelaa Shihab merupakan tokoh pendidikan berpengaruh dengan visi transformatif dalam mereformasi proses belajar-mengajar. Talkshow ini memberikan banyak manfaat bagi kami di Dinsos PPPA Jember,” ujarnya.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai elemen strategis, antara lain unsur pemerintah dan organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk para camat se-Kabupaten Jember, jajaran Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta rumah sakit daerah.
Selain itu, hadir pula organisasi perempuan, seperti ketua dan pengurus TP PKK kabupaten dan kecamatan, Dharma Wanita, Muslimat, Aisyiyah, hingga LDII. Sejumlah komunitas dan aktivis juga turut serta, di antaranya Migrant Care, Tanoker Ledokombo, serta organisasi penyandang disabilitas dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Tema “Sekolah Berdaya” dipilih untuk menekankan peran satuan pendidikan, tidak hanya sebagai tempat belajar-mengajar, tetapi juga sebagai benteng perlindungan anak. Melalui arahan dari Najelaa Shihab dan Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., diharapkan sekolah-sekolah di Jember mampu membangun sistem yang lebih peka terhadap risiko sosial yang dihadapi siswa.
“Pernikahan dini masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada perlindungan anak dan masa depan bangsa. Melalui talkshow ini, kami berupaya menyatukan visi untuk mengatasinya secara sistematis,” ujar Arief.
Kegiatan ini dibiayai melalui APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2026 pada Dinas Pendidikan. Dengan keterlibatan lebih dari 200 perwakilan dari berbagai unsur, Pemerintah Kabupaten Jember berharap pesan pencegahan pernikahan dini dapat menjangkau hingga tingkat desa dan keluarga.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan sekolah sebagai ruang aman dan berdaya bagi anak-anak Jember dalam meraih cita-cita setinggi mungkin. (rou)