Dinsos PPPA Jember Rujuk Klien ODGJ ke RS Radjiman Wediodiningrat Lawang, Temukan Benda Asing di Perut
- 08 April 2026
- Dibaca 214 Kali
Bagikan Via:
Dinsos PPPA Jember Rujuk Klien ODGJ ke RS Radjiman Wediodiningrat Lawang, Temukan Benda Asing di Perut
JEMBER, 08 APRIL 2026 - Upaya penanganan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terus dilakukan secara terpadu oleh Dinas Sosial PPPA Kabupaten Jember melalui UPTD Liposos. Kali ini, seorang klien bernama M. Vemas Agung (23) dirujuk ke RS Radjiman Wediodiningrat Lawang guna mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan setelah sebelumnya dievakuasi dari kondisi memprihatinkan.
Kegiatan rujukan dilaksanakan pada Rabu 08 April 2026 mulai pukul 10.00 WIB di Instalasi Gawat Darurat rumah sakit tersebut. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen serta evakuasi yang dilakukan sehari sebelumnya di Desa Wonosari, Kecamatan Puger, di mana klien ditemukan dalam kondisi terpasung.
Sebelum proses rujukan dilakukan, tim UPTD Liposos terlebih dahulu melaksanakan koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh persyaratan terpenuhi. Salah satu langkah penting adalah aktivasi Universal Health Coverage (UHC) melalui Puskesmas Kasiyan agar klien dapat memperoleh layanan kesehatan secara optimal. Selain itu, komunikasi intensif juga dilakukan dengan pihak rumah sakit untuk memperlancar proses penerimaan pasien.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengurusan administrasi di loket pendaftaran. Setelah itu, klien menjalani serangkaian pemeriksaan medis, termasuk observasi di IGD serta pemeriksaan radiologi berupa foto rontgen. Selama proses tersebut, tim Liposos memberikan pendampingan penuh guna memastikan kenyamanan dan keamanan pasien.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan temuan yang cukup mengejutkan. Selain mengalami gangguan kejiwaan, klien diketahui memiliki lima benda asing di dalam perutnya. Berdasarkan hasil rontgen, benda tersebut diduga berupa dua paku, dua koin, serta satu kawat besi. Temuan ini berkaitan dengan keluhan yang selama ini dirasakan klien, seperti nyeri perut, sensasi ingin buang air besar terus-menerus, serta penurunan nafsu makan.
Tim medis menyampaikan bahwa kondisi tersebut berpotensi memerlukan tindakan lanjutan, termasuk kemungkinan operasi untuk mengeluarkan benda asing dari dalam tubuh. Dalam komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang diberikan kepada petugas pendamping, dokter dan perawat menekankan pentingnya kehadiran keluarga selama masa perawatan. Hal ini diperlukan untuk mendukung proses pengambilan keputusan medis serta memastikan pendampingan yang optimal bagi pasien.
Menindaklanjuti hal tersebut, tim UPTD Liposos, Febri, segera berkoordinasi dengan pihak keluarga. Respons positif pun diterima, di mana keluarga menyatakan kesediaannya untuk datang dan mendampingi klien selama menjalani perawatan di rumah sakit. Pihak keluarga juga mengakui telah mencurigai adanya gangguan pada bagian perut klien sejak beberapa waktu terakhir.
Kepala UPTD Liposos Roni Efendi. S.STP, menyampaikan bahwa penanganan terhadap klien ODGJ tidak hanya berfokus pada proses evakuasi, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan hingga tahap rehabilitasi medis.
“Pendampingan tidak berhenti saat klien tiba di rumah sakit. Kami memastikan seluruh proses berjalan optimal, mulai dari administrasi, pemeriksaan, hingga perawatan lanjutan. Keterlibatan keluarga juga sangat penting agar proses penyembuhan dapat berjalan lebih maksimal,” ujarnya, ," terangnya, Rabu 08 April 2026.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, klien kemudian dipindahkan dari ruang IGD menuju ruang rawat inap Camar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tim UPTD Liposos turut membantu pengambilan obat di instalasi farmasi serta memastikan proses perpindahan berjalan lancar.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim UPTD Liposos, tenaga medis IGD, petugas administrasi, radiologi, farmasi, hingga perawat di ruang rawat inap. Sinergi tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Dengan dilaksanakannya rujukan ini, diharapkan kondisi klien dapat segera tertangani secara menyeluruh, baik dari aspek kesehatan fisik maupun mental, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik ke depannya. (aiy)