logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

DKPPP Jember Pastikan Kesehatan Ternak dalam Tradisi Pegon Ambulu

  • 30 Maret 2026
  • Dibaca 150 Kali
Bagikan Via:
dkppp-jember-pastikan-kesehatan-ternak-dalam-tradisi-pegon-ambulu-20260330

DKPPP Jember Pastikan Kesehatan Ternak dalam Tradisi Pegon Ambulu

JEMBER 30 MARET 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan Pegon yang digelar di kawasan Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu, dalam rangka Hari Raya Ketupat (Kupatan).

Melalui Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesmavet bersama Puskeswan Ambulu, DKPPP hadir untuk memastikan seluruh ternak yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut berada dalam kondisi sehat dan aman. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit sekaligus menjaga kesejahteraan hewan selama kegiatan berlangsung.

Pengelola Puskeswan Ambulu, drh. Rencong Dwi Putra, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan sejak awal hingga akhir kegiatan.

“Kami dari Puskeswan Ambulu DKPPP sejak awal memastikan bahwa semua peserta Pegon itu terjaga kesehatannya dan keamanannya, mulai dari sebelum kegiatan hingga selesai,” ungkapnya pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Tim kesehatan hewan tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan layanan seperti pembagian mineral, obat cacing, serta penyemprotan disinfektan sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi penyakit ternak.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pelestari Pegon, Syamsul Arifin, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah, khususnya DKPPP, dalam menjaga kelangsungan tradisi ini.

“Sejarah Pegon di Ambulu itu mulai tahun 1893 sudah ada, tapi untuk kegiatan Pegonan yang diadakan setiap tahun itu mulai ramai sejak tahun 1980-an. Dengan kemajuan zaman, kami terus berkoordinasi sehingga peserta yang ikut semakin bertambah. Momentum yang paling tepat memang saat Hari Raya Ketupat, dan tahun ini ada 36 Pegon yang ikut,” ujarnya.

Sebanyak 36 Pegon atau 72 ekor sapi tercatat mengikuti kegiatan tahun ini. Dengan adanya pendampingan dari DKPPP, pelaksanaan tradisi dapat berjalan dengan tertib tanpa mengabaikan aspek kesehatan hewan.

Keterlibatan DKPPP ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kesehatan dan keamanan ternak. Sinergi antara pemerintah, paguyuban, dan masyarakat diharapkan terus terjalin guna mendukung keberlanjutan tradisi Pegon di masa mendatang. (ran)

Galeri Foto