Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, DTPHP Jember Kawal Usulan Irigasi Tenaga Surya
- 09 April 2026
- Dibaca 197 Kali
Bagikan Via:
Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, DTPHP Jember Kawal Usulan Irigasi Tenaga Surya
JEMBER, 09 APRIL 2026 - Sektor pertanian di Kabupaten Jember kini tengah bersiap menyambut era baru yang lebih modern, efisien, dan inovatif. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember saat ini terus mengawal ketat progres dokumen usulan pembangunan irigasi perpompaan berbasis energi surya.
Langkah taktis ini menjadi fokus utama dinas guna menekan biaya operasional para petani di lapangan, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan energi yang semakin mendesak di masa kini.
Pengawalan intensif yang dilakukan hingga hari ini merupakan kelanjutan nyata dari langkah proaktif DTPHP Jember menjemput bola ke tingkat provinsi.
Sebagai kilas balik, pada Selasa, 31 Maret 2026 lalu, pihak DTPHP telah melakukan kunjungan kerja dan koordinasi ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur. Kunjungan tersebut membawa misi mulia untuk meletakkan fondasi transformasi teknologi pertanian lokal, beralih menuju pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Pertanian DTPHP Jember, Moch. Kosim S.TP., M.P., memimpin langsung jalannya penyerahan berkas strategis tersebut.
Kosim memastikan dokumen proposal telah diterima oleh jajaran pejabat teknis Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Dokumen usulan itu memuat cetak biru titik-titik kebutuhan irigasi perpompaan bertenaga surya yang saat ini sangat dinantikan oleh kelompok tani di berbagai pelosok Jember.
Penggunaan panel surya untuk menggerakkan pompa pengairan dinilai sebagai solusi cerdas berdampak ganda. Di satu sisi, teknologi ini sangat ramah lingkungan.
Di sisi lain, inovasi tersebut membebaskan petani dari fluktuasi harga bahan bakar minyak yang sering membebani ongkos produksi saat musim kemarau tiba. Selain mengejar inovasi energi baru, DTPHP Jember juga memantapkan tata kelola air bawah tanah agar selaras dengan aturan kelestarian alam yang berlaku.
"Fokus utama kami pada pertemuan tersebut adalah penyampaian dokumen proposal usulan irigasi perpompaan tenaga surya, serta melakukan pemberitahuan sumur bor," ungkap Moch. Kosim S.TP., M.P., menjelaskan substansi penting dari pertemuan tersebut, Kamis 09 April 2026.
Pemberitahuan sumur bor menjadi instrumen penting agar legalitas dan pelestarian sumber daya air tanah tetap terjaga secara seimbang. Melalui koordinasi yang terus dikawal ketat ini, DTPHP Jember optimis program energi bersih tersebut segera mendapat persetujuan dari pemerintah provinsi.
Jika terealisasi sesuai rencana, Jember tidak hanya semakin tangguh sebagai lumbung pangan unggulan, tetapi juga sukses menjadi pelopor praktik pertanian masa depan yang efisien, berkelanjutan, dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat tani. (fan)