logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

DPMD Jember Gelar Rakor Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Penguatan Potensi Desa 2026

  • 22 April 2026
  • Dibaca 145 Kali
Bagikan Via:
dpmd-jember-gelar-rakor-fasilitasi-pemanfaatan-teknologi-tepat-guna-untuk-penguatan-potensi-desa-2026-20260422

DPMD Jember Gelar Rakor Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna untuk Penguatan Potensi Desa 2026

JEMBER, 22 APRIL 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember menggelar Rapat Koordinasi Fasilitasi Pemerintah Desa dalam Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2026. Kegiatan yang bertajuk “Identifikasi dan Sinkronisasi Potensi Desa dalam Persiapan Pelaksanaan Pelatihan TTG Tahun 2026” itu berlangsung di Aula DPMD, Rabu, 22 April 2026.

Rapat dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis DPMD) Kabupaten Jember, Adi Wijaya, S.STP, M.Si. Dalam arahan pembukaannya, Kadis DPMD menekankan pentingnya sinkronisasi antara potensi desa dengan kebutuhan alat TTG yang sesuai isu strategis program pemerintah pusat.

"Kami mendorong agar teknologi tepat guna yang akan difasilitasi benar-benar sesuai dengan potensi dan kebutuhan nyata desa. Sinkronisasi ini mencakup pengembangan Kawasan Perhutanan Sosial (IAD), pengolahan sampah, serta pengolahan hasil pertanian dan peternakan sebagai upaya mendukung program pementasan kemiskinan,” kata Kadis DPMD.

Peserta rapat yang hadir antara lain perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Perikanan (DKPPP), Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP), Politeknik Negeri Jember (Polije), serta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Jember. Mereka memberikan tanggapan dan masukan selaras dengan program kerja masing-masing instansi.

Diskusi antarpeserta kemudian mengklasifikasikan jenis TTG yang dibutuhkan masyarakat desa, di antaranya teknologi pengolahan tanaman pangan dan hortikultura, pengolahan sampah, serta peningkatan populasi ruminansia pasca-wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Peserta juga membahas penentuan lokus atau lokasi pelatihan TTG Tahun 2026. Lokasi tersebut akan ditetapkan melalui diskusi lanjutan, baik di Desa Binaan Polije maupun desa-desa lain yang diusulkan peserta rapat.

Kadis DPMD menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal strategis untuk mempersiapkan desa-desa di Jember agar lebih mandiri dan berdaya saing melalui penerapan teknologi yang tepat guna.

“Melalui rakor ini, kami harap terjadi sinergi antarperangkat daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan desa. Teknologi tepat guna harus menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa sekaligus mengatasi berbagai permasalahan yang ada,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret untuk penyusunan program pelatihan TTG Tahun 2026, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pemerintah desa dan masyarakat. (ach)

Galeri Foto