Sinergi SPS Kemuning 1 dan Wali Murid: Bekali Orang Tua Ilmu Pola Asuh demi Cetak Generasi Emas
- 22 Mei 2026
- Dibaca 89 Kali
Bagikan Via:
Sinergi SPS Kemuning 1 dan Wali Murid: Bekali Orang Tua Ilmu Pola Asuh demi Cetak Generasi Emas
JEMBER, 22 MEI 2026 - Kesadaran akan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam fase awal pendidikan anak usia dini terus diperkuat di wilayah Kabupaten Jember. Pada Kamis, 21 Mei 2026, Satuan PAUD Sejenis (SPS) Kemuning 1 yang berlokasi di Desa Mumbulsari, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, sukses menggelar kegiatan parenting class atau kelas orang tua.
Acara penting ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kecamatan Mumbulsari sekaligus Bunda PAUD Kecamatan, Ading Wiwin Rachmawati, perwakilan Pokja 2 TP PKK Kecamatan, serta jajaran wali murid dan pengajar.
Kepala SPS Kemuning 1 sekaligus Wakil Kelas TP PKK Desa Mumbulsari, Mutmainnah, menegaskan bahwa lembaga sekolah tidak akan pernah bisa berjalan sendiri secara maksimal dalam mendidik anak tanpa adanya dukungan domestik dari rumah.
Menurutnya, waktu yang dihabiskan anak-anak di lingkungan sekolah sangat terbatas, yakni hanya berkisar antara 3 hingga 4 jam saja per hari. Sebaliknya, porsi waktu terbesar anak yaitu sekitar 20 jam sisanya dihabiskan di dalam lingkungan keluarga mereka masing-masing.
Oleh karena itu, kolaborasi yang erat dan kesamaan visi antara pihak sekolah dan orang tua murid mutlak diperlukan demi masa depan anak.
"Dalam rangka meningkatkan SDM dari wali murid. Ya, agar wali murid itu semakin terampil di dalam mengasuh atau mendidik. Untuk orangtua, khusus orangtua, khusus wali murid atau orangtua. Agar bisa membantu kami sebagai pendidik, sebagai ibu di sini. Karena kan anak-anak bersama orangtua itu kan waktunya lebih banyak. Kalau di sekolah kan hanya 3 sampai 4 jam saja," ujar Mutmainnah saat diwawancarai di lokasi acara.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut orang tua untuk terus memperbarui pengetahuan mereka. Jika pola pengasuhan di rumah tidak berjalan selaras dengan sekolah, dikhawatirkan cita-cita besar bangsa akan sulit terwujud.
"Sedangkan 20 jamnya ada di keluarga. Kalau orangtua tidak dibekali, sekarang kan ilmu mengasuh itu kan sudah semakin luas, semakin banyak. Untuk menghadapi Indonesia emas nanti. Agar anak-anak kita tumbuh dan berkembang dengan baik, dengan maksimum. Sehingga hal ini perlu kita ada kerjasama antara sekolah dan orangtua," jelasnya.
"Kalau tidak ada kerjasama antara orangtua, kalau hanya guru saja, guru pendidik saja yang mengasuh dengan baik bagaimana perkembangan anak-anak selanjutnya. Itu mungkin Indonesia emas di tahun 2025 tidak akan tercapai secara maksimal," tambahnya.
Sebagai langkah konkret dan konsisten, program kelas orang tua di SPS Kemuning 1 ini telah direncanakan secara matang untuk digelar sebanyak empat kali sepanjang tahun 2026.
Agenda tersebut dibagi secara berkala, yaitu dua kali pertemuan pada semester pertama (periode Januari hingga Juni), serta dua kali pertemuan lagi pada semester berikutnya (periode Juli hingga Desember).
Langkah terjadwal ini sengaja dirancang demi mendongkrak kualitas pengasuhan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.
Hal senada juga didukung oleh Ketua TP PKK Kecamatan Mumbulsari, Ading Wiwin Rachmawati, yang hadir memantau jalannya acara. Ia menyampaikan bahwa kehadiran ilmu pengasuhan yang konsisten ini diharapkan mampu menjadi modal berharga bagi setiap ibu.
"Jadi semoga dengan ilmu yang disampaikan tadi bisa menjadi bekal untuk para ibu untuk mengasuh putra-putrinya. Sehingga nanti yang kita harapkan adalah generasi yang baik, yang berakhlak yang cerdas," harap Ading saat memberikan tanggapannya mengenai kelas orang tua tersebut. (nov)