logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

DPUPR Jember Bergerak, Drainase Tegalgusi–Mrawan Dinormalisasi untuk Antisipasi Genangan

  • 27 September 2026
  • Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
dpupr-jember-bergerak-drainase-tegalgusi-mrawan-dinormalisasi-untuk-antisipasi-genangan-20260928

DPUPR Jember Bergerak, Drainase Tegalgusi–Mrawan Dinormalisasi untuk Antisipasi Genangan

JEMBER, 27 SEPTEMBER 2026 - Kondisi saluran drainase menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga kenyamanan masyarakat, khususnya di sepanjang ruas jalan yang banyak digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Saluran yang mengalami pendangkalan atau dipenuhi material dapat membuat aliran air tidak berjalan maksimal dan berpotensi menimbulkan genangan ketika hujan turun.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) melakukan normalisasi saluran drainase di Jalan Tegalgusi–Mrawan, Desa Mayang, Kecamatan Mayang pada Sabtu, 26 September 2026.

Tim URC turun langsung ke lokasi untuk membersihkan bagian saluran yang mengalami penumpukan material. Endapan tanah, lumpur, serta material lain yang berada di dalam saluran dikeluarkan agar jalur air kembali memiliki ruang yang cukup untuk mengalir.

Pekerjaan ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan infrastruktur di wilayah Kecamatan Mayang. Selain memperlancar aliran air, normalisasi juga diharapkan dapat mengurangi potensi air meluap ke badan jalan maupun lingkungan di sekitar ruas Tegalgusi–Mrawan.

Korwil Mayang, Rudi Hartono, menjelaskan bahwa kondisi saluran menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama ketika memasuki musim dengan curah hujan yang cukup tinggi. Pendangkalan yang dibiarkan dapat mengurangi kapasitas saluran dan membuat air lebih sulit mengalir.

“Di lokasi ini kami menemukan adanya endapan dan material yang membuat saluran menjadi kurang optimal. Karena itu dilakukan normalisasi dengan membersihkan bagian-bagian yang menghambat aliran, sehingga air bisa kembali mengalir lebih lancar,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan drainase tidak hanya dilakukan setelah terjadi genangan. Pembersihan saluran juga menjadi langkah antisipasi agar ketika debit air meningkat, saluran masih mampu menampung dan mengalirkan air dengan baik.

“Harapannya setelah dinormalisasi, aliran air bisa lebih lancar dan potensi genangan dapat diminimalkan. Kami juga terus melihat kondisi di lapangan karena setiap titik memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda,” lanjutnya.

Keberadaan drainase yang berfungsi dengan baik memiliki kaitan langsung dengan kondisi jalan. Air yang tidak mengalir sebagaimana mestinya dapat menggenang di sekitar badan jalan. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi mengganggu pengguna jalan dan lingkungan di sekitarnya.

Ruas Jalan Tegalgusi–Mrawan sendiri menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, penanganan saluran di kawasan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada kelancaran aliran air, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang melintas.

Dalam pelaksanaannya, Tim URC melakukan pembersihan secara langsung pada saluran yang menjadi titik penanganan. Material yang menghambat aliran dikeluarkan sehingga jalur air menjadi lebih terbuka. Setelah proses pembersihan dilakukan, kondisi saluran kembali diperiksa untuk memastikan aliran dapat berjalan dengan lebih baik. (yan)

Galeri Foto