logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Efek Tarif Murah Rp12.500, Pantai Papuma dan Watu Ulo Dipadati Pengunjung H+3 Lebaran

  • 24 Maret 2026
  • Dibaca 380 Kali
Bagikan Via:
efek-tarif-murah-rp12500-pantai-papuma-dan-watu-ulo-dipadati-pengunjung-h3-lebaran-20260324

Efek Tarif Murah Rp12.500, Pantai Papuma dan Watu Ulo Dipadati Pengunjung H+3 Lebaran

JEMBER 24 MARET 2026 - Memasuki H+3 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kawasan wisata Pantai Papuma di Kabupaten Jember masih dipadati ribuan pengunjung. Lonjakan wisatawan yang tetap tinggi pasca puncak Lebaran ini menjadi indikator kuat bahwa destinasi wisata lokal Jember mampu bersaing dengan berbagai tujuan wisata populer di luar daerah.

Sejak pagi hari, arus kendaraan menuju kawasan pantai selatan tersebut terlihat ramai. Wisatawan datang tidak hanya dari wilayah Jember, tetapi juga dari berbagai kota di Jawa Timur hingga luar provinsi. Mereka memanfaatkan momen libur panjang Idulfitri untuk berwisata bersama keluarga, menikmati panorama laut, serta keindahan pasir putih khas Papuma yang menjadi daya tarik utama.

Kondisi ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap wisata lokal terus meningkat. Selain faktor keindahan alam, kebijakan tarif baru yang diterapkan di kawasan wisata Papumadan Watu Ulojuga menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya jumlah kunjungan.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jember, Perhutani, serta berbagai pihak terkait, kini diberlakukan sistem satu pintu dengan tarif masuk sebesar Rp12.500. Kebijakan ini dinilai lebih terjangkau dan memberikan keuntungan lebih bagi wisatawan karena dapat mengakses dua destinasi sekaligus, yakni Papuma dan Watu Ulo.

Salah satu pengunjung, Rofi Darojah, mengaku kebijakan tersebut sangat membantu masyarakat. “Tiketnya lebih murah. Rp12.500 sudah bisa dapat dua destinasi wisata, Papuma dan Watu Ulo, jadi saya main ke sini,” ujarnya saat ditemui di lokasi wisata.

Dari sisi pengelolaan, kebijakan tarif terintegrasi ini tidak hanya meringankan beban wisatawan, tetapi juga meningkatkan daya saing destinasi lokal. Kemudahan akses dan harga yang ekonomis menjadi kombinasi yang efektif dalam menarik wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, sebelumnya juga menyampaikan optimismenya terhadap sektor pariwisata di wilayahnya. Ia meyakini bahwa dengan pembenahan sistem, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi kebijakan, pariwisata Jember akan kembali berada di jalur yang tepat atau “on the track”.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Oleh karena itu, berbagai langkah strategis terus dilakukan, mulai dari peningkatan infrastruktur, penataan kawasan wisata, hingga penyesuaian tarif agar lebih ramah bagi masyarakat luas.

Padatnya kunjungan di H+3 Idulfitri ini menjadi bukti konkret bahwa upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Wisata lokal tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua, melainkan menjadi destinasi utama yang mampu memberikan pengalaman liburan yang menarik dan terjangkau.

Dengan tren positif ini, diharapkan geliat pariwisata di Jember terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha di sekitar kawasan wisata. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus menjaga momentum ini agar sektor pariwisata benar-benar menjadi salah satu tulang punggung pembangunan daerah.

Galeri Foto