Genjot Program Gentengisasi, Balai P3KP dan Pemkab Jember Data Industri Genteng Wuluhan
- 14 April 2026
- Dibaca 235 Kali
Bagikan Via:
Genjot Program Gentengisasi, Balai P3KP dan Pemkab Jember Data Industri Genteng Wuluhan
JEMBER, 14 APRIL 2026 – Upaya mendorong sektor perumahan berbasis potensi lokal terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui program gentengisasi yang menjadi bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mendukung program tersebut, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Jawa IV bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember melakukan kunjungan dan pendataan industri genteng di Kecamatan Wuluhan, Senin, 13 April 2026.
Kegiatan itu dihadiri perwakilan Balai P3KP Jawa IV, Erik dan Ardi, perwakilan DPRKPLH Jember Rudik, Sekretaris Camat Wuluhan Rizki Nur Wijaya, serta Kepala Seksi PMKS Heryani. Pendataan dilakukan untuk memetakan potensi sekaligus kendala yang dihadapi pelaku usaha genteng di wilayah tersebut.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Industri Genteng Indah Jaya di Desa Tamansari. Pelaku usaha ini mampu memproduksi sekitar 1.500 genteng per hari atau sekitar 45.000 unit per bulan. Produk yang dihasilkan meliputi jenis karang pilang, mantili ukuran besar 26, dan mitra Ambulu dengan harga berkisar Rp1.900 hingga Rp2.200 per buah.
Distribusi genteng dari usaha tersebut telah menjangkau sejumlah daerah, di antaranya Arjasa, Banyuwangi, Probolinggo, dan Lumajang. Bahan baku tanah liat diperoleh dari wilayah Curahnongko dan Kemuning. Namun, produksi kerap terkendala saat musim hujan karena pasokan bahan baku tersendat.
“Harapannya, melalui program gentengisasi ini, perekonomian pengusaha genteng bisa meningkat,” ujar Erik saat meninjau lokasi.
Di Desa Tamansari, terdapat pula sejumlah industri genteng lain dengan kapasitas lebih besar, seperti Putra Bali, usaha milik Pak Tanto, serta Bumi Raya yang dikenal memiliki produksi lebih tinggi.
Kunjungan dilanjutkan ke PB Sejati Genteng di Dusun Purwojati, Desa Dukuhdempok. UMKM ini memproduksi sekitar 2.000 genteng per hari dengan kapasitas maksimal hingga 150.000 unit per bulan. Produk yang dihasilkan antara lain jenis karang pilang dengan harga Rp3.000 per buah, serta mantili dan sejati masing-masing Rp3.250 per buah. Produk tersebut telah memenuhi standar nasional (SNI) dan dipasarkan hingga wilayah Tapal Kuda, dengan jangkauan maksimal Probolinggo.
Pemilik usaha mengungkapkan kendala utama yang dihadapi, yakni keterbatasan bahan baku tanah liat yang mulai menipis serta ketersediaan kayu untuk proses pembakaran. Saat ini, bahan baku masih dipasok dari wilayah Curahnongko.
Pemerintah berharap hasil pendataan ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Selain memperkuat sektor UMKM, industri genteng dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan perumahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. (riz)