Guntur Tertolak Karena Desil, Ini Solusinya
- 03 Desember 2025
- Dibaca 245 Kali
Bagikan Via:
Guntur Tertolak Karena Desil, Ini Solusinya
Selasa, 02 Desember 2025, Pagi itu di RT 01 RW 18, suasana terasa lebih tenang ketika rombongan kecil dari Kelurahan Kebonsari tiba di rumah Pak Guntur, seorang warga yang tengah menghadapi masa-masa sulit. Dipimpin langsung oleh Bapak Lurah Kebonsari, rombongan ini terdiri dari Sekretaris Kelurahan, Korling Sumberdandang, Korling Krajan, serta dua petugas PuskesosβPak Juhri dan Bu Aminah. Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk kepedulian terhadap seorang warga yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Pak Guntur selama ini berusaha keras memenuhi kebutuhan keluarganya dengan bekerja serabutan dan mencoba peluang usaha kecil. Ia bahkan sempat mengajukan pinjaman ke bank untuk modal jualan. Namun, setelah pihak bank melakukan survei, permohonan tersebut tidak disetujui. Penolakan itu membuat langkah Pak Guntur terhenti sementara, sementara kewajiban sehari-hari terus berjalan.
Mendengar keluhan tersebut, petugas Kelurahan Kebonsari melakukan pengecekan melalui sistem DTSEN. Dari hasil pengecekan, nama Pak Guntur tercatat berada pada Desil 6, kategori yang belum memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sosial tertentu. Dengan penuh pengertian, petugas kelurahan menjelaskan bahwa kelurahan tidak dapat langsung menetapkan penerima bantuan, melainkan hanya bisa mengusulkan melalui mekanisme operator DTSEN.
Agar kondisinya dapat tercatat lebih sesuai dengan keadaan ekonomi yang sedang dialaminya, kelurahan berkomitmen untuk mengusulkan Pembaruan Desil bagi Pak Guntur. Proses ini diharapkan memberi peluang lebih besar bagi beliau untuk memperoleh bantuan sosial ke depannya.
Namun pemerintah kelurahan tidak menunggu langkah administratif itu bergerak. Sebagai bentuk kepedulian langsung, Bapak Lurah Kebonsari menyerahkan bantuan sembako kepada Pak Guntur. Walau tidak dapat sepenuhnya mengatasi beban ekonomi, bantuan ini menjadi wujud nyata bahwa pemerintah hadir, mendengar, dan membantu warga yang sedang berjuang.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa kehadiran pemerintah bukan hanya dalam aturan dan data, melainkan dalam tindakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Kelurahan Kebonsari terus berupaya memastikan bahwa setiap warga yang membutuhkan tidak berjalan sendiri.