logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Gus Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait Ajak Lawan Stunting, Kelurahan Kaliwates Siapkan Inovasi CINTA SI-PEKA: Inovasi Ayam Petelur Kuntara Jadi Motor Ekonomi dan Gizi Warga

  • 10 Maret 2026
  • Dibaca 314 Kali
Bagikan Via:
gus-bupati-jember-gus-muhammad-fawait-ajak-lawan-stunting-kelurahan-kaliwates-siapkan-inovasi-cinta-si-peka-inovasi-ayam-petelur-kuntara-jadi-motor-ekonomi-dan-gizi-warga-20260310

Gus Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait Ajak Lawan Stunting, Kelurahan Kaliwates Siapkan Inovasi CINTA SI-PEKA: Inovasi Ayam Petelur Kuntara Jadi Motor Ekonomi dan Gizi Warga

JEMBER – Langkah konkret dalam mengejawantahkan instruksi Bupati Jember, Muhammad Fawait, SE, M.Sc (Gus Fawait), terkait pengentasan kemiskinan ekstrem dan percepatan penurunan angka stunting mulai menunjukkan aksi nyata di tingkat basis. Pada Senin (09/03/2026), Kelurahan Kaliwates resmi meluncurkan program inovasi bertajuk CINTA SI-PEKA (Cara Inovatif, Terampil dan Amanah untuk Sinergi Pemberdayaan Ekonomi dan Pemenuhan Gizi Keluarga).

Inovasi ini mengusung metode budidaya Ayam Petelur Kuntara, sebuah varian ayam petelur unggul yang dikenal adaptif dan produktif. Bertempat di kediaman Bapak Karyanto (Pak Tole), RT 02 RW 17 Kelurahan Kaliwates, peluncuran ini menandai kolaborasi lintas sektor yang menyentuh langsung aspek ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Sinergi Pejabat dan Rakyat: Menjawab Instruksi Gus Bupati

Hadir secara langsung untuk meresmikan kegiatan tersebut, Sekretaris Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Pemkab Jember, H. Dima Akhyar, SH. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa program ini adalah jawaban cerdas atas tantangan kemiskinan perkotaan.

"Aksi nyata ini merupakan implementasi dari visi Gus Bupati Muhammad Fawait. Kita tidak hanya bicara teori, tapi langsung praktik di halaman rumah warga. Budidaya Ayam Kuntara ini adalah solusi 'dua arah': meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memastikan protein hewani sampai ke meja makan mereka yang membutuhkan, dan sisi kreatifnya, ternyata pelihara ayam tidak membutuhkan lahan luas, sehingga sangat cocok diterapkan dilingkungan perkotaan" ujar H. Dima Akhyar.

Senada dengan itu, Camat Kaliwates, Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos, menyatakan bahwa Kelurahan Kaliwates akan menjadi pilot project bagi wilayah lain. Dukungan penuh juga datang dari 3 Pilar Kelurahan, DPP LSN Jember yang diwakili oleh Amin, serta keterlibatan aktif Srikandi Kaliwates melalui Faizah.

Ayam Kuntara: Kecil Lahannya, Besar Manfaatnya

Pemilihan Ayam Petelur Kuntara bukan tanpa alasan. Ayam ini memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan masa bertelur yang stabil. Pak Tole, sebagai penerima manfaat, kini mengelola unit budidaya yang dirancang higienis di lingkungan pemukiman.

Manfaat utama dari program ini meliputi:

  1. Pemberdayaan Ekonomi: Menghasilkan passive income harian dari penjualan telur sisa konsumsi, uang dari hasil penjualan telur diharapkan selain untuk Cadangan belanja pakan mendukung profuksi telur dibulan-bulan berikutnya, juga untuk menambah income keluarga.

  2. Intervensi Stunting: Sebagian hasil telur harian dihibahkan secara rutin kepada anak-anak terindikasi stunting dan Ibu Hamil (Bumil) di wilayah sekitar.

  3. Sinergitas Warga: Gotong Royong menjadi tradisi yang harus terus dijaga dan dilestarikan, demikian juga dalam mengenteskan stunting dan bumil yang sehat, dengan pendistribusian telur dilakukan secara amanah melalui kolaborasi dengan Kader Posyandu yang terdekat dengan kendang budidaya ayam untuk memastikan ketepatan sasaran gizi yang kontinu.

  4. Mengurangi Sampah Organik: Sampah organic bisa dicampurkan dalam pakan harian ayam yang dipeihara, sehingga sampah yang awalnya menjadi beban TPS (Tempat Pembuangan Sampah), kini bisa dikurangi. Bisa juga kedepan dibuatkan budidaya magot BSF (Black Soldier Fly) untuk ketersediaan protein bagi ayam, hal ini akan semakin mengurangi ketergantungan pakan pabrikan.

Secara teknis, Kepala Puskesmas Kaliwates, dr. Rumi Enggarwati, MM, menjelaskan bahwa satu butir telur setiap hari bagi balita sangat krusial untuk perkembangan otak.

Komitmen Keberlanjutan, Analisa Usaha Mandiri (Skala Mikro - 10 Ekor)

Kegiatan yang dihadiri oleh Pengurus Forum RT/RW serta warga setempat ini berlangsung hangat. Dr. Rumi Enggarwati menambahkan bahwa pihak Puskesmas akan terus memantau perkembangan berat badan balita yang menerima bantuan telur dari program ini.

"Ini adalah kerja tim. Ada warga yang memelihara (Pak Tole), ada kader yang mendata dan mendistribusikan (Posyandu Aster 24), dan ada pemerintah yang mengarahkan. Inilah esensi CINTA SI-PEKA," tutup Camat Kaliwates.

Rencana Kedepan

Saat ini, program CINTA SI-PEKA budidaya ayam petelur kuntara ini didukung penuh oleh LAZNAS (Lembaga Amil Zakat Nasional) Lazismu Jember terkait penyediaan ayam, pakan dan renovasi kandang, sedangkan pembinaan dilakukan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Jember. Harapannya kedepan, program ini bisa terlaksana disetiap rumah keluargan yang membutuhkan, bertahap dimulai dengan target setiap RW minimal ada satu koloni ayam petelur kuntara, bergerak ke RT hingga menyeluruh se-Kelurahan Kaliwates. Tentu dukungan dari semua pihak sangat dinantikan untuk optimalisasi target dan sasaran.

Galeri Foto