Geliat Ekonomi dari Lereng Panti: Desa Suci Bidik Sektor Peternakan Kambing Jadi Pilar Utama BUMDes
- 22 Mei 2026
- Dibaca 66 Kali
Bagikan Via:
Geliat Ekonomi dari Lereng Panti: Desa Suci Bidik Sektor Peternakan Kambing Jadi Pilar Utama BUMDes
JEMBER, 22 MEI 2026 – Pemerintah Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, menetapkan peternakan kambing sebagai unit usaha utama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kebijakan tersebut diambil melalui musyawarah desa yang melibatkan berbagai unsur masyarakat sebagai langkah strategis untuk memperkuat perekonomian warga berbasis potensi lokal.
Desa Suci dinilai memiliki sumber daya alam yang mendukung pengembangan peternakan. Selain berada di kawasan lereng pegunungan dengan kondisi tanah subur, desa ini juga memiliki ketersediaan hijauan makanan ternak (HMT) yang melimpah. Potensi tersebut selama ini tumbuh alami di area perbukitan dan perkebunan warga, namun belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Suci, Akhmad Suyuthi, M.Pd., mengatakan pengembangan peternakan kambing dipilih karena masyarakat telah memiliki pengalaman dan keterampilan beternak secara turun-temurun. Menurutnya, sektor tersebut berpeluang menjadi fondasi ekonomi desa yang berkelanjutan.
“BUMDes tidak hanya kami arahkan untuk kegiatan usaha biasa, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat yang mampu menciptakan kemandirian desa dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pengembangan usaha peternakan tersebut dirancang dengan konsep terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Pada sektor hulu, BUMDes akan menyediakan bibit kambing unggul, seperti Peranakan Etawa (PE), Jawa Randu, dan Boer yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Selain itu, pemerintah desa juga menyiapkan sistem pengelolaan pakan modern melalui produksi silase atau pakan fermentasi berbahan limbah pertanian warga. Sistem ini diharapkan mampu membantu peternak menghadapi keterbatasan pakan saat musim kemarau.
Di sektor hilir, BUMDes Suci diproyeksikan menjadi pusat pengolahan hasil ternak. Pemerintah desa berencana membangun fasilitas pemerahan susu kambing Etawa yang higienis, sekaligus mengembangkan produksi pupuk organik berbahan kotoran dan urine kambing.
Hasil pupuk organik tersebut nantinya akan disalurkan kembali kepada petani kopi, kakao, dan hortikultura di Desa Suci dengan harga terjangkau. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi pertanian sekaligus memperbaiki kualitas unsur hara tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Desa Suci tidak menerapkan pola peternakan terpusat. Sebaliknya, BUMDes akan menggunakan sistem kemitraan berbasis nggaduh atau bagi hasil yang dikembangkan secara lebih modern.
Melalui skema tersebut, BUMDes bertindak sebagai penyedia modal, bibit ternak, layanan kesehatan hewan, serta penjamin pasar (offtaker). Sementara itu, masyarakat, khususnya warga prasejahtera dan buruh tani, dilibatkan sebagai pengelola kandang dan pemelihara ternak.
Keuntungan penjualan ternak nantinya dibagi sesuai kesepakatan antara BUMDes dan warga pengelola. Pola ini dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Pemerintah desa juga mulai melibatkan generasi muda dalam pengembangan usaha peternakan modern. Para pemuda diberikan pelatihan mengenai teknik kesehatan ternak, deteksi masa birahi kambing, hingga pemasaran digital untuk kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha.
Untuk mendukung keberlangsungan program tersebut, sebagian Dana Desa dialokasikan bagi pembangunan infrastruktur penunjang, seperti kandang komunal percontohan yang ramah lingkungan dan laboratorium mini untuk sterilisasi susu kambing.
Sementara itu, Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos., M.M., menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Desa Suci dalam mengembangkan unit usaha peternakan kambing melalui BUMDes.
“Pemilihan usaha peternakan kambing oleh BUMDes Suci ini merupakan langkah taktis dalam mengoptimalkan sumber daya lokal. Kami di tingkat kecamatan siap mengawal dan memfasilitasi sinergi antara BUMDes dengan dinas terkait, baik dalam pendampingan kesehatan hewan maupun manajemen bisnis. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk kemandirian fiskal Desa Suci,” katanya.
Dalam jangka panjang, Pemerintah Desa Suci optimistis unit usaha peternakan kambing tersebut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daging dan susu di wilayah Kecamatan Panti dan sekitarnya, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar antarkota hingga antarprovinsi.
Dengan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, Desa Suci kini bersiap menjadi desa percontohan peternakan modern di Kabupaten Jember. (jha)