Hadirkan 1.000 Kader di Lampeji, Bupati Jember Jadikan Bunga Desaku Ajang Halal Bihalal
- 07 April 2026
- Dibaca 197 Kali
Bagikan Via:
Hadirkan 1.000 Kader di Lampeji, Bupati Jember Jadikan Bunga Desaku Ajang Halal Bihalal
JEMBER, 07 APRIL 2026 – Bupati Jember Muhammad Fawait menggelar agenda "Bunga Desaku" (Bupati Ngantor di Desa) dengan suasana yang berbeda di Balai Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Senin, 06 April 2026. Acara yang dikemas dalam bingkai silaturahmi pasca-Lebaran ini dihadiri oleh sedikitnya 1.000 peserta yang terdiri dari kader Posyandu serta jajaran Ketua RT dan RW se-Kecamatan Mumbulsari.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang memadati area balai desa sejak pagi hari, meski cuaca di wilayah Mumbulsari sempat diwarnai udara dingin. Kehadiran Bupati Jember, Muhmmad Fawait (Gus Fawait), didampingi oleh sang istri, Ghyta Eka Puspita, serta segenap jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menegaskan bahwa program Bunga Desaku dirancang sebagai instrumen untuk menghapus batasan birokrasi antara pimpinan daerah dan masyarakat akar rumput. Ia menekankan bahwa akses terhadap bupati maupun Ketua DPRD tidak boleh hanya didominasi oleh kalangan tertentu atau kelompok elit.
"Kenapa harus ada program Bunga Desaku? Karena saya ingin yang bertemu dengan Bupati, yang bertemu dengan Ketua DPRD, bukan cuma elit saja, tapi rakyat juga punya hak yang sama," ujar Gus Fawait.
Menurutnya, kehadiran pemerintah langsung ke desa-desa merupakan bentuk pengakuan atas hak rakyat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung tanpa prosedur yang berbelit-belit. Program ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan pelayanan publik di tingkat paling bawah.
Mengingat kegiatan ini berlangsung dalam suasana bulan Syawal, Gus Fawait memanfaatkan podium untuk menyampaikan pesan-pesan spiritual terkait makna puasa Ramadan yang baru saja terlampaui. Ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana pembersihan diri, baik hubungan kepada Tuhan.
"Bulan Ramadan kemarin kita sudah berpuasa selama satu bulan. Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadan, karena keimanannya dan mengharapkan ridho Allah, maka Allah ampuni dosa-dosa kita yang telah lalu, terutama dosa kita kepada Allah," tuturnya.
Gus Fawait menekankan bahwa acara bunga desaku juga momentum untuk saling memafkan antar satu dengan yang lain dan silaturahmi dengan kepemerintahan.
"Terus dosa kita kepada manusia bagaimana? Tidak bisa dengan puasa, maka harus saling maaf-memaafkan. Makanya ulama Indonesia luar biasa membuat sebuah kebiasaan yang namanya Halal Bihalal, silaturahmi, dan kita bisa berkumpul bersama dalam acara Bunga Desaku di Mumbulsari ini," tambahnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, Gus Fawait menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga Mumbulsari, khususnya kepada para pelayan masyarakat di tingkat basis yang mungkin merasakan kekurangan dalam pelayanan administrasi pemerintahan selama setahun terakhir.
"Kalau kemarin ada keterlambatan gajinya RT RW, telat-telat insentifnya kader posyandu, saya mohon maaf sebesar-besarnya," pungkasnya.
Meski demikian, Gus Fawait memberikan kabar segar yang disambut riuh tepuk tangan hadirin. Ia memastikan bahwa ke depannya, nilai honorarium bagi kader Posyandu dan RT/RW akan mengalami kenaikan. Ia menilai peran mereka sangat vital sebagai ujung tombak program pemerintah, mulai dari penanganan stunting hingga menjaga kondusivitas lingkungan.
"Gak bakalan honor kader posyandu dan RT RW itu gak naik, pasti naik nantinya," tegasnya.
Sebagai langkah awal sebelum kenaikan honor direalisasikan, Gus Fawait memberikan instruksi khusus kepada Ketua DPRD Jember untuk memprioritaskan pengadaan fasilitas penunjang kerja para kader. Ia meminta agar akhir tahun ini seluruh kader Posyandu di Jember sudah mendapatkan seragam kerja yang baru.
"Tapi sebelum itu saya minta tolong sama Ketua DPRD, akhir tahun kader posyandu harus diberi seragam baru semuanya. Pokok minimal seragam baru dulu nggih ibu-ibu," tuturnya. (nov)