Hangatkan Kebersamaan Lewat Bunga Desaku, Pemkab Jember Rangkul Guru Ngaji dan Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim
- 29 Juni 2026
- Dibaca 39 Kali
Bagikan Via:
Hangatkan Kebersamaan Lewat Bunga Desaku, Pemkab Jember Rangkul Guru Ngaji dan Tebar Kepedulian untuk Anak Yatim
JEMBER, Minggu 28 Juni 2026 – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai rangkaian kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Balai Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Minggu 28 Juni 2026. Melalui agenda Pertemuan Guru Ngaji dan Santunan Anak Yatim, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun daerah melalui infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, serta pembinaan karakter masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.35 WIB tersebut dihadiri oleh Bupati Jember bersama Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten Sekretariat Daerah, Plt. Inspektur, kepala badan dan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember, Sekretaris DPRD, Kepala Satpol PP, jajaran pimpinan rumah sakit daerah, kepala bagian Setda, direksi BUMD, serta Camat Sukorambi, Camat Patrang, Camat Kaliwates, dan Camat Sumbersari.
Momentum ini menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan akhlak di lingkungan masyarakat. Di tengah tantangan perkembangan zaman, peran guru ngaji dinilai semakin strategis sebagai penjaga nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap mereka yang membutuhkan dukungan. Penyaluran santunan tersebut bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi simbol kehadiran pemerintah yang ingin memastikan setiap anak mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta kesempatan yang sama untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik.
Program Bunga Desaku sendiri merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Jember mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menghadirkan langsung seluruh perangkat daerah di desa. Selain mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat, program ini juga menjadi sarana menyerap aspirasi secara langsung sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen pembangunan.
Camat Kaliwates, Dwi Sunu Ari Nugroho, S.Sos., menyampaikan bahwa guru ngaji dan anak yatim merupakan bagian penting yang harus mendapat perhatian bersama. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kuatnya nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan pendidikan karakter di tengah masyarakat.
“Guru ngaji adalah sosok yang mengabdikan diri untuk membentuk akhlak generasi penerus. Begitu pula anak-anak yatim, mereka membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari seluruh elemen masyarakat. Melalui Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan bahwa pembangunan harus menyentuh sisi kemanusiaan, memperkuat nilai religius, dan menghadirkan pemerintah yang benar-benar dekat dengan masyarakat. Semangat gotong royong inilah yang akan menjadi kekuatan dalam membangun Jember yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera,” ujar Dwi Sunu Ari Nugroho.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat. Kehadiran pemerintah di tengah guru ngaji dan anak-anak yatim menjadi pesan bahwa pembangunan tidak hanya tentang fasilitas dan layanan publik, tetapi juga tentang menghadirkan empati, memperkuat nilai keagamaan, dan memastikan setiap lapisan masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara nyata. (as)